Klaten, SUARA PEMBARUAN – Pasca kemeriahan Klaten International Cycling Festival (KLIC Fest) 2026 yang melibatkan ribuan peserta mancanegara, Pemerintah Kabupaten Klaten melalui Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) terus menggenjot efek ekonominya. Sebagai rangkaian lanjutan, Disperinaker menggelar Temu Klaster Industri & Expo Produk Unggulan Klaten di kompleks Candi Sewu mulai Jumat hingga Minggu (22-24/5/2026) .
Event yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 20.30 WIB ini menjadi magnet baru bagi wisatawan domestik yang berlibur akhir pekan sekaligus menjadi ajang “panen” bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setelah kebanjiran turis asing pekan lalu .
Dibuka dengan prosesi pemotongan pita oleh jajaran pejabat Disperinaker, expo ini menghadirkan puluhan stan yang memamerkan kekayaan industri kreatif lokal. Pengunjung yang datang disuguhi berbagai produk unggulan mulai dari batik tulis dan cap khas Klaten, furnitur kayu jati dengan ukiran khas Jawa Tengah, hingga aneka kerajinan handycraft, lurik, dan gerabah yang telah menembus pasar ekspor .
Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Klaten, Hj. Luciana Rina Damayanti, S.IP., M.M., dalam sambutannya menyatakan bahwa expo ini merupakan bagian dari strategi Disperinaker untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing perindustrian daerah.
“Target kami sesuai indikator kinerja tahun 2026 adalah terjadi pertambahan jumlah Industri Kecil dan Menengah (IKM) sebesar 0,59 persen. Expo seperti ini adalah wadah untuk mempertemukan perajin dengan pasar yang lebih luas, sekaligus mempromosikan bahwa Klaten tidak hanya wisata, tapi juga ‘surganya’ produk industri kreatif,” ujar Luciana di sela-sela acara .
Pemilihan lokasi di kompleks Candi Sewu dinilai strategis. Hanya berselang sehari dari pelaksanaan IVCA Rally yang start dari Candi Prambanan dan finish di Candi Plaosan, kawasan Candi Sewu yang tak kalah bersejarah ini kini ramai dikunjungi wisatawan.
“Konsepnya adalah ekosistem ekonomi berbasis event. Setelah peserta asing puas bersepeda melihat desa dan batik di Kemudo, kita ‘jemput bola’ mereka dan wisatawan domestik di sini (Candi Sewu) untuk berbelanja. Ini putaran ekonomi langsung,” jelas seorang panitia dari Disperinaker di lokasi.
Batik Ciprat yang sempat dipromosikan kepada Duta Besar Belanda dan Jerman di Desa Kemudo juga turut hadir dalam stan eksklusif di expo ini. Hal ini membuktikan bahwa produk inklusi sosial (difabel) mampu bersaing di kancah internasional.
Acara ini tidak hanya menjadi pameran sesaat. Disperinaker menyelipkan kegiatan business matching atau temu bisnis antara pelaku IKM dengan pengusaha besar dan distributor. Salah satu pengunjung, Susi (34), warga Yogyakarta yang sengaja datang, mengaku puas. “Harganya bersaing, kualitas furniturnya bagus. Saya pesan satu set kursi tamu dari kayu jati. Lumayan bisa langsung lihat barangnya di sini, tidak perlu bolak-balik ke pabrik,” ujarnya.
Selama tiga hari ke depan, masyarakat Klaten dan sekitarnya dipersilakan untuk datang. Selain belanja produk berkualitas, pengunjung juga bisa berfoto dengan latar megahnya arsitektur Candi Sewu di sore hari.