ekonomi-bisnis

BBM Subsidi Dijaga Ketat, Pertamina Ajak Warga Lebih Jujur dan Aktif Daftar Mandiri

Rabu, 20 Mei 2026 | 12:03 WIB
Taufiq Kurniawan


Semarang, SUARA PEMBARUAN — PT Pertamina Patra Niaga terus memperkuat program Subsidi Tepat demi memastikan penyaluran BBM bersubsidi benar-benar diterima masyarakat yang berhak. Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan menegaskan bahwa pendaftaran mandiri menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran publik terhadap penggunaan subsidi energi negara.


Menurut Taufiq, mekanisme pendaftaran tidak hanya berfungsi sebagai pendataan kendaraan penerima subsidi, tetapi juga sebagai bentuk komitmen masyarakat bahwa BBM subsidi merupakan bantuan negara yang penggunaannya harus tepat sasaran.


“Program ini dibangun agar masyarakat sadar bahwa dirinya memang penerima subsidi dan secara mandiri mendaftarkan kendaraannya sendiri,” ujar Taufiq.


Ia menjelaskan, layanan pendaftaran dan aktivasi akun kini sudah tersedia di seluruh SPBU sehingga masyarakat dapat langsung memperoleh pendampingan apabila mengalami kendala teknis saat registrasi.


Dalam proses verifikasi, Pertamina juga menerapkan pengecekan kendaraan melalui foto kendaraan dan pelat nomor. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kendaraan yang didaftarkan sesuai dengan ketentuan penerima BBM subsidi.


Taufiq mengatakan, verifikasi visual menjadi salah satu cara untuk meminimalkan potensi penyalahgunaan subsidi yang hingga kini masih ditemukan di sejumlah daerah.


“Kami ingin memastikan kendaraan yang didaftarkan benar-benar sesuai aturan dan memang berhak menerima subsidi,” katanya.


Selain penguatan sistem, Pertamina juga terus melakukan evaluasi bersama pemerintah daerah dan aparat penegak hukum terkait berbagai modus penyalahgunaan BBM subsidi. Beberapa pola penyimpangan bahkan telah diungkap dalam konferensi pers Direktorat Kriminal Khusus beberapa waktu lalu.


Masyarakat pun diminta tidak ragu melapor apabila menemukan dugaan penyalahgunaan data kendaraan maupun distribusi BBM subsidi di lapangan.
Sebagai bentuk edukasi, Pertamina bersama sejumlah pihak juga telah menggelar pelatihan bagi organisasi angkutan seperti Organda dan asosiasi pengusaha transportasi.

Melalui pelatihan tersebut, para pengurus organisasi diharapkan dapat membantu anggotanya memahami prosedur pendaftaran hingga penyelesaian kendala teknis.


“Kami melakukan training of trainer agar komunitas transportasi bisa membantu anggotanya ketika mengalami kendala registrasi,” jelas Taufiq.


Di tengah pengawasan distribusi subsidi, Pertamina memastikan ketersediaan energi di wilayah Jawa Tengah dan DIY tetap aman menjelang libur panjang dan Iduladha. Stok berbagai jenis BBM dan LPG disebut telah dipersiapkan dengan cadangan yang memadai.


Untuk produk Dex, ketahanan stok mencapai sekitar 47 hari, sementara Pertalite berada di kisaran 14 hari. Adapun stok LPG juga dipastikan aman dengan dukungan suplai tambahan dari wilayah lain jika sewaktu-waktu dibutuhkan.


Meski demikian, Pertamina mengakui proyeksi konsumsi energi tahun ini masih fluktuatif karena dipengaruhi tingginya mobilitas masyarakat selama masa libur panjang.


Taufiq menegaskan, seluruh langkah pengawasan dan penguatan sistem yang dilakukan Pertamina bertujuan menjaga subsidi energi tetap tepat sasaran dan dapat dinikmati masyarakat yang benar-benar membutuhkan.*

Tags

Terkini