* Sejak 2011, hingga kini telah membantu 58.000 mata warga tidak mampu dalam Operasi Katarak Gratis.
PUTUSSIBAU, SUARA PEMBARUAN – Brand unggulan PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk, Tolak Angin, kembali menunjukkan komitmennya di bidang kesehatan melalui kegiatan bakti sosial operasi katarak gratis bagi masyarakat kurang mampu di Putussibau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, Jumat (8/5/2026).Baca Juga: InJourney Destination Management Ajak Wisatawan Saksikan Kemeriahan Prosesi Pelepasan Lampion Di Borobudur
Dalam kegiatan tersebut, Tolak Angin bekerja sama dengan Asia Muslim Charity Foundation (AMCF) dan Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI) Cabang Kalimantan Barat untuk memberikan layanan operasi katarak gratis kepada 100 pasien.
Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan Direktur Utama PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk, DR (HC) Irwan Hidayat kepada Direktur RSUD dr. Achmad Diponegoro, Paulus Miki. Kegiatan tersebut turut disaksikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas Hulu Sudarso, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Triwati, serta Ketua PERDAMI Kalimantan Barat dr. Wisudawan Abdullah.Baca Juga: Perkuat Pengawasan Siaran Digital, KPID Bengkulu Luncurkan Aplikasi SARAN
Irwan Hidayat mengatakan, program operasi katarak gratis menjadi salah satu bentuk kepedulian perusahaan terhadap meningkatnya jumlah penderita katarak di Indonesia setiap tahun.
"Bantuan 100 mata ini senilai Rp150 juta, satu operasi mata membutuhkan biaya Rp1,5 juta," ujar Irwan.
Menurutnya, sejak tahun 2011 Sido Muncul bersama PERDAMI telah membantu operasi lebih dari 58 ribu mata di berbagai daerah di Indonesia. Sementara sepanjang 2026, sejak Januari hingga Mei, sudah ada 275 mata yang berhasil dioperasi.Baca Juga: Pengasuh Ponpes Pati Jadi Tersangka, Polisi Temukan Dugaan Pelecehan Berkedok Pengobatan Spiritual
Selain program operasi katarak, Sido Muncul juga menjalankan sejumlah program sosial lain seperti operasi bibir sumbing gratis dan penanganan stunting. Ke depan, perusahaan juga berencana memperluas program bantuan sosial untuk penanganan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).
Irwan menegaskan, kegiatan sosial yang dilakukan perusahaan bukan sekadar program CSR biasa, melainkan bentuk kontribusi nyata kepada masyarakat. Bahkan, sebagian anggaran kegiatan berasal dari dana promosi dan iklan perusahaan.Baca Juga: Dari Hobi Menggambar, Pengusaha Batik Lasem Ini Tembus Pasar Eropa hingga Jepang Berkat RB Rembang
“Kami ingin setiap kegiatan yang dilakukan bisa memberi manfaat bagi masyarakat, baik melalui promosi pariwisata, operasi katarak, operasi bibir sumbing, maupun penanganan stunting,” ujarnya.