ekonomi-bisnis

Realisasikan Pembentukan Kawasan Industri Pulau Baai, Pelindo Bengkulu Siapkan Lahan 215 Hektare

Kamis, 2 April 2026 | 21:10 WIB
Kapak keruk yang didatangkan PT Pelindo ke Bengkulu untuk mengeruk timbunan pasir di laur pelabuhan Pulau Baai, Bengkulu. (Foto/Ist)

Ia membeberkan output atas membaiknya kinerja Pelabuhan Pulau Baai berimbas pada pendapatan daerah. Ia menyontohkan, komoditas curah cair dengan kapasitas 1,4 juta ton. Saat ini yang masuk ke Pelabuhan Pulau Baai hanya 400 ribu ton, 1 juta ton lagi melalui Pelabuhan Teluk Bayur dan Panjang.

"Apabila ada kawasan industri maka 1 juta ton itu bisa lewat Pelabuhan Pulau Baai maka akan berimbas pada PAD positif Provinsi Bengkulu," jelasnya.

Ia menambahkan, danya pelabuhan memiliki dampak terhadap pendapatan daerah namun terbatas. "Terbatas itu maksudnya, yang langsung kami bayar masuk ke PAD seperti Pajak Bumi Bangunan (PBB), serta bangkitan ekonomi secara tidak langsung sangat besar melalui peningkatan aktivitas ekonomi, pajak, dan investasi daerah tidak langsung efek dari kawasan industri tersebut," tegas Dimas.

Jadi, lanjutnya PAD itu didapat daerah ada yang tidak langsung dari pelabuhan namun didapat dari ekosistem yang ada di pelabuhan.

Kesiapan Alur

Terakhir ia menegaskan kondisi kesiapan alur Pelabuhan Pulau Baai. Saat ini Pelindo mengaktifkan sistem deteksi dini kondisi alur setiap minggu dilaporkan secara berkala.

Alur katanya, merupakan urat nadi pelabuhan yang memerlukan perawatan berkala dan disiplin. Alur tambah dia di Pelabuhan Pulau Baai sangat dipengaruhi oleh alam seperti sedimentasi, ombak dan lainnya.

Saat ini, pasir yang masuk kembali ke alur per hari berkisar 2.000 metrik ton hingga 5.000 meterik ton. Pelindo jelas dia sudah mendapatkan tanggungjawab berdasarkan Instruksi Presiden (Inpres) nomor 12 tahun 2025 tentang Upaya Penanganan Tertentu untuk Normalisasi Alur Pelayaran Pelabuhan Pulau Baai serta Percepatan Pembangunan Pulau Enggano.

"Kami ditugasi secara langsung menjaga alur tetap handal sejumlah langkah deteksi dini, mitigasi risiko, dan perawatan termasuk menggunakan teknologi, metode dan inovasi perawatan kepelabuhan terus kami perkuat serta kolaborasi dengan semua stakeholder dilajukan baik kota, provinsi maupun pusat" tegasnya.

Sejauh ini Pelindo sedang mengkaji apakah pola perawatan lama, sand trap sejak tahun 1984 belum pernah dilakukan pengerukan sehingga muncul luasan sedimentasi pasir seluas + 30 hektar.

Kajian terhadap metode perawatan baru yakni metode sand by passing (SBP) sebagai solusi jangka panjang.

Metode SBP yakni pengerukan harus dilakukan secara kontinu, bukan hanya saat alur sudah dangkal. Konsep Sand By passing dengan membuat kantong pengumpul sedimen dan memindahkannya secara sistematis adalah kuncinya seperti ditawarkan Guru Besar Risiko Logistik Maritim, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Prof RO Saut Gurning, disampaikan pada kompas.com bebeberapa waktu lalu.

 

 

Halaman:

Tags

Terkini