ekonomi-bisnis

Bank Indonesia Bersama Pemprov Bengkulu Perkuat Sinergi Kendalikan Inflasi dan Percepatan Digitalisasi

Senin, 15 Desember 2025 | 20:14 WIB
Sekdaprov Bengkulu, Herwan Antoni melepas mobil keliling angkutan sembako bantuan Bank Indonesia Perwakilan Bengkulu untuk Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Bengkulu.(Foto/Ist)

Bengkulu, SUARA PEMBARUAN-Bank Indonesia Perwakilan Bengkulu bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu memperkuat sinergi dalam pengendalian inflasi dan percepatan digitalisasi daerah melalui High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Provinsi Bengkulu.

HLM yang digelar di Hotel Grage Bengkulu, Senin (15/12/2025), pimpin PJ Sekda, Herwan Antoni didampingi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat dan dihadiri sejumlah bupati dan wakil bupati serta para pimpinan OPD lingkup Pemprov Bengkulu dan pemkab dan pemkot se-Bengkulu.

HLM ini menjadi forum strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah sekaligus mendorong transformasi digital yang berkelanjutan.

Rapat difokuskan pada penguatan mitigasi inflasi, khususnya dalam mengantisipasi potensi kenaikan harga bahan kebutuhan pokok menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

Forum ini juga membahas evaluasi kinerja pengendalian inflasi tahun 2025 serta perumusan kebijakan pengendalian inflasi dan digitalisasi daerah untuk tahun 2026.

Herwan Antoni menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah. “Pengendalian inflasi dan percepatan digitalisasi daerah tidak dapat berjalan sendiri.

Diperlukan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, serta seluruh pemangku kepentingan agar kebijakan yang dihasilkan benar-benar berdampak pada kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Berdasarkan hasil rapat, Provinsi Bengkulu menunjukkan kinerja positif dalam menjaga stabilitas ekonomi hingga akhir tahun 2025. Pada November 2025, inflasi tahunan (year on year/yoy) Provinsi Bengkulu tercatat sebesar 2,68 persen, relatif stabil dan sedikit di bawah inflasi nasional yang berada pada angka 2,72 persen.

Sementara itu, inflasi bulanan (month to month/mtm) tercatat sangat rendah, yakni 0,04 persen. Capaian tersebut mengantarkan TPID Provinsi Bengkulu meraih Juara II TPID Berkinerja Terbaik se-Sumatera.

Keberhasilan pengendalian inflasi ini didukung oleh sinergi kebijakan yang kuat, terutama melalui program unggulan TPID dalam mengendalikan volatilitas harga beras.

Melalui program One Stop Solution Inflasi Beras yang dijalankan sejak tahun 2024, TPID Provinsi Bengkulu berhasil menurunkan harga jual beras dari Rp 15.700/kg menjadi Rp 14.300/kg. Program ini juga mampu meningkatkan produksi padi
hingga 2 persen serta melipatgandakan keuntungan petani.

Selain itu, hingga November 2025, TPID Provinsi Bengkulu telah melaksanakan sebanyak 865 kali Operasi Pasar Murah serta melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar dan distributor untuk memastikan ketersediaan pasokan dan keterjangkauan harga.

Bank Indonesia turut mendukung upaya pengendalian inflasi melalui mobilisasi distribusi pangan lewat program Ado Galo Mobile guna meredam gejolak harga komoditas strategis seperti cabai, bawang, dan minyak goreng.


Dua Agenda Utama

Halaman:

Tags

Terkini