Selain itu, industri pengelolaan investasi dan pasar obligasi juga tetap menunjukkan ketahanan, didukung permodalan yang kuat, kecukupan likuiditas, serta profil risiko yang terjaga.
Kondisi tersebut menjadi fondasi penting bagi perluasan peran pasar keuangan, termasuk bursa karbon, sebagai sumber pembiayaan pembangunan berkelanjutan.Baca Juga: Tinjau Banjir di Batu Busuk, Sumbar, Gubernur Bengkulu Serahkan Bantuan Untuk Warga Korban Bencana
Ke depan, OJK menegaskan akan terus mendorong pendalaman pasar keuangan, penguatan tata kelola, serta integritas seluruh sektor jasa keuangan agar tetap resilien menghadapi gejolak global, sekaligus berkontribusi optimal terhadap program prioritas pemerintah, termasuk pengembangan bursa karbon nasional.*Baca Juga: Aset Perbankan Syariah di Indonesia Tumbuh 11,34 Persen