ekonomi-bisnis

PGN dan KLH Hadirkan Kampung Pangan BERSINAR di Jombang, Ubah Sentra Tahu Jadi Ramah Lingkungan

Kamis, 18 September 2025 | 08:17 WIB

 


Jombang, SUARA PEMBARUAN – PT Pertamina (Persero) melalui Subholding Gas, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), bersama Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) serta Pemerintah Kabupaten Jombang resmi meluncurkan program Tanggung Jawab Sosial (CSR) bertajuk Kampung Pangan BERSINAR (Berwawasan Lingkungan, Higienis, dan Tenar).

 

Inisiatif ini dihadirkan untuk menjadikan Jombang sebagai sentra industri tahu yang ramah lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Program ini lahir dari persoalan limbah industri tahu yang selama bertahun-tahun menjadi isu serius di Jombang. Tercatat ada 88 pabrik tahu yang belum memiliki pengelolaan limbah memadai, sehingga berdampak buruk pada kualitas air, pertanian, dan kesehatan warga.

Melalui tema “Tangguh Jombang”, program ini membangun Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Komunal yang mampu menampung limbah cair dari puluhan usaha tahu.

 

Dari produksi 84 ton kedelai per hari, dihasilkan limbah cair sekitar 1,26 juta liter dengan kandungan Biological Oxygen Demand (BOD) mencapai 4.200 kilogram per hari. Berkat IPAL Komunal, BOD berhasil ditekan hingga 960 kilogram per hari sehingga limbah yang dihasilkan lebih aman bagi lingkungan.

Direktur Perlindungan dan Pengelolaan Mutu Air KLH, Tulus Laksono, menegaskan bahwa pemilihan sentra tahu Jombang dilatarbelakangi kebutuhan mendesak untuk memperbaiki kualitas air Sungai Brantas dan menjaga konservasi air tanah.

 

Bupati Jombang, Warsubi, juga menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi ini, mengingat industri tahu di daerahnya menyerap ribuan tenaga kerja dengan pendapatan di atas UMR.

Direktur SDM dan Penunjang Bisnis PGN, Rachmat Hutama, menjelaskan bahwa usaha berbasis tahu merupakan produk unggulan Jombang. Dengan dukungan lingkungan, sosial, dan ekonomi yang kuat, industri tahu diharapkan mampu memberi nilai tambah lebih besar bagi daerah.

Selain IPAL, PGN dan mitra juga membangun kolam fitoremediasi, mengolah eceng gondok menjadi pupuk, mendorong peralihan energi dari kayu bakar ke gas bumi, serta program pengumpulan minyak jelantah.

Pada aspek sosial dengan tema “Pesona Jombang”, program mencakup pembentukan koperasi, pemberdayaan perempuan, serta peningkatan kesadaran tentang sanitasi dan keselamatan. Sementara itu, aspek ekonomi bertema “Tangkas Jombang” fokus pada pengembangan UMKM, pelatihan branding dan kemasan, fasilitasi sertifikat halal, PIRT, izin usaha, hingga literasi finansial.

Peletakan batu pertama pada Selasa (16/9/2025) menandai dimulainya program ini dengan pendekatan Life Cycle Assessment (LCA), yakni metode evaluasi dampak lingkungan secara menyeluruh untuk hasil optimal.

Halaman:

Tags

Terkini