ekonomi-bisnis

Gelar Fraud Awareness Session untuk Perkuat Sinergi Kejaksaan, BPKP, dan PT Pertamina 

Jumat, 18 Juli 2025 | 08:46 WIB
Ariani Wulandari, Manager Fraud Prevention PT Pertamina (Persero), menegaskan bahwa integritas merupakan nilai fundamental dalam seluruh proses bisnis Pertamina. (Ist)

 

MAKASSAR - SUARA PEMBARUAN - Fraud bukan semata urusan internal perusahaan, melainkan isu publik yang harus ditangani secara sistemik. Dunia usaha perlu membangun sistem deteksi dini dan pengendalian yang kuat, dan kami dari Kejaksaan siap mendukung hal tersebut.

Hal ini dikemukakan Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan, Agus Salim, pada Sharing Session Fraud Awareness yang diselenggarakan Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Kamis (17/7) di Hotel Hyatt Makassar, dihadiri oleh jajaran manajemen, Perwira Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, serta perwakilan dari Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan, BPKP Provinsi Sulawesi Selatan, dan PT Pertamina (Persero).

Agus juga mengingatkan sinergi antara dunia usaha dan aparat penegak hukum dalam memperkuat sistem pengawasan internal dan mencegah praktik fraud.

Sharing Session Fraud Awareness ini bertema “Fraud Control Strategic: Upaya Preventif, Deteksi, dan Sanksi Hukum sebagai Satu Kesatuan Anti-Fraud dalam Mendukung Proses Bisnis di PT Pertamina Patra Niaga.” 

Acara ini menghadirkan narasumber dari tiga institusi strategis yang memiliki peran penting dalam pengawasan dan penegakan tata kelola perusahaan, yaitu Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan, BPKP Provinsi Sulawesi Selatan, dan PT Pertamina (Persero).

 

Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Sulawesi Selatan, Rasono, mengapresiasi inisiatif Pertamina dalam membangun budaya anti-fraud yang adaptif dan berbasis risiko.

“Kami mendukung penuh upaya dunia usaha untuk memperkuat pengawasan intern melalui strategi pencegahan fraud. Budaya integritas harus dibangun dari semua level dan menjadi bagian dari manajemen risiko yang menyeluruh,” jelas Rasono.

Sementara itu, Ariani Wulandari, Manager Fraud Prevention PT Pertamina (Persero), menegaskan bahwa integritas merupakan nilai fundamental dalam seluruh proses bisnis Pertamina. Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas fungsi dalam membangun sistem pengendalian yang responsif.

“Fraud bisa terjadi di mana saja dan kapan saja. Oleh karena itu, kita harus memiliki sistem pencegahan dan deteksi yang kuat, serta membangun budaya integritas yang menjadi nafas dalam setiap aktivitas bisnis,” tegas Ariani.

Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Fanda Chrismianto, menyampaikan apresiasi atas dukungan para pemangku kepentingan eksternal dan menekankan pentingnya menjadikan fraud awareness sebagai bagian dari budaya organisasi.

"Forum ini bukan hanya ajang berbagi wawasan, tetapi juga menjadi ruang refleksi bagi seluruh insan Pertamina untuk memperkuat komitmen terhadap tata kelola yang bersih, transparan, dan akuntabel,” ujar Fanda.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Fungsi Internal Audit Region III Area Sulawesi bersama Legal Counsel Sulawesi, dan diikuti oleh para perwira dari berbagai unit operasi Pertamina Patra Niaga di seluruh wilayah Sulawesi. Diharapkan, sesi ini menjadi langkah strategis dalam menciptakan lingkungan kerja yang bebas dari fraud serta menjunjung tinggi nilai integritas dan tata kelola perusahaan yang baik. (SP.news)

Terkini