ekonomi-bisnis

Proyek Kimia Rp13 Triliun Resmi Jadi PSN, Danantara Gaet Chandra Asri dan INA untuk Dorong Industri Nasional

Rabu, 18 Juni 2025 | 09:11 WIB
Presiden RI Prabowo Subianto saat hadiri acara Town Hall Danantara Indonesia 2025 di Jakarta Convention Center (JCC), Senin 28 April 2025.


 

Jakarta, SUARA PEMBARUAN – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia), lembaga investasi milik negara yang dibentuk berdasarkan UU Nomor 1 Tahun 2025, langsung menunjukkan gebrakan perdananya.

Pada Senin, 16 Juni 2025, Danantara menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan PT Chandra Asri Pacific Tbk dan Indonesia Investment Authority (INA) untuk membangun pabrik kimia Chlor Alkali–Ethylene Dichloride (CA-EDC) dengan nilai investasi mencapai Rp13 triliun.

Proyek ambisius ini menjadi langkah konkret pertama Danantara dalam mengemban tugas strategis mengelola aset negara dan BUMN untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi.

Adapun pembangunan dan pengoperasian pabrik akan ditangani oleh anak usaha Chandra Asri, yakni PT Chandra Asri Alkali (CAA).

Pada tahap awal, fasilitas ini dirancang mampu memproduksi 400.000 ton soda kaustik padat dan 500.000 ton ethylene dichloride per tahun.

Kedua bahan tersebut memiliki peran penting sebagai bahan baku di berbagai industri, seperti pengolahan air, sabun dan deterjen, pemurnian alumina, hingga industri nikel.

Chief Investment Officer Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, menyebutkan bahwa investasi ini memiliki dampak besar terhadap penguatan kemandirian nasional.

“Proyek ini mendukung ketahanan nasional dengan menekan ketergantungan pada impor bahan kimia strategis,” ujarnya pada Selasa, 17 Juni 2025.

Ia juga menambahkan bahwa Danantara membuka pintu bagi mitra yang memiliki visi membangun ekosistem industri bernilai tambah di Asia.

Sementara itu, CEO INA Ridha Wirakusumah menyampaikan bahwa kolaborasi antara investor institusional dan pelaku industri akan menciptakan fondasi kuat untuk pengembangan industri yang berkelanjutan dan kompetitif secara global.

“Ini adalah bentuk nyata komitmen bersama untuk memperkuat struktur industri dalam negeri,” katanya.

Proyek pembangunan pabrik CA-EDC ini juga telah masuk daftar Proyek Strategis Nasional (PSN), yang ditargetkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8 persen per tahun.

Selain itu, proyek ini diproyeksikan menghasilkan devisa sekitar Rp5 triliun per tahun dari ekspor ethylene dichloride serta mampu menghemat impor soda kaustik sebesar Rp4,9 triliun per tahun.

Halaman:

Tags

Terkini