- Banyak lulusan baru yang belum terdaftar secara resmi sebagai pencari kerja.
- Sebagian pekerja informal tidak memiliki pekerjaan tetap dan hidup dalam status nyaris menganggur.
- Fenomena “setengah menganggur” (underemployment) tak masuk hitungan utama TPT.
Padahal, menurut laporan dari Katadata.co.id (6 Mei 2025), jumlah pekerja tidak penuh (bekerja kurang dari 35 jam/minggu) di Indonesia masih cukup tinggi, menandakan banyak tenaga kerja yang belum terserap secara optimal oleh pasar kerja.
Narasi Hati-hati dalam Menyampaikan Optimisme
Apa yang dilakukan Menaker sejatinya menunjukkan semangat positif, tetapi menimbulkan kekhawatiran jika narasi optimisme tidak diiringi kejujuran data menyeluruh. Sebab publik berhak mengetahui:
- Bahwa jumlah pengangguran bertambah,
- Bahwa angka persen turun karena denominator bertambah,
- Bahwa kualitas pekerjaan juga masih menjadi masalah serius.
- Baca Juga: Adab Bekerja Bagi Seorang Islam
Ekonom dari Indef, Nailul Huda, juga menyampaikan keprihatinan serupa: “Jangan hanya melihat persentasenya, lihat juga jumlah absolut dan kualitas lapangan kerja yang tersedia.” (Sumber: Katadata.co.id, 6/5/2025)
Angka adalah Alat, Bukan Penyangkal Kebenaran
Data statistik adalah cermin, bukan topeng. Ia harus digunakan untuk menerangi jalan kebijakan, bukan menutupi lubang dalam realitas sosial. Ketika 7,28 juta jiwa tidak bekerja, itu bukan sekadar angka. Itu adalah manusia—yang bangun setiap hari dengan harapan, dan tidur dengan keresahan.
Sebagai bangsa, kita tentu ingin mendukung program ketenagakerjaan pemerintah. Tapi dukungan itu akan lebih kuat jika dilandasi kejujuran penuh tentang tantangan yang dihadapi, termasuk:
- Ketimpangan wilayah dalam distribusi kerja,
- Kurangnya pelatihan kerja berbasis industri,
- Kebutuhan akan lapangan kerja yang bermartabat dan berkelanjutan.
Saatnya Transparan dan Inklusif
Meningkatnya jumlah penganggur, meski persentasenya turun, adalah alarm. Bukan untuk panik, tapi untuk sadar dan bekerja lebih keras—bersama.
Baca Juga: Majukan Syiar Islam, Herman Deru Resmikan Masjid Al Hijrah di Bukit Baru
Pemerintah harus jujur. Media harus kritis. Akademisi harus mengedukasi. Dan masyarakat harus diberdayakan.
Sebab angka hanyalah angka, hingga kita menyadari bahwa di baliknya ada wajah-wajah anak muda yang belum bekerja, ada ayah-ayah yang bingung mencari nafkah, dan ada ibu-ibu yang mulai kembali berharap bisa menghidupi keluarganya sendiri.
Sumber Referensi:
-
Sumber utama: BPS.go.id, Kompas.com, 6 Mei 2025
- Kompas.com. “Menaker Bantah Jumlah Pengangguran Naik, Sebut Persentase Turun.” 6 Mei 2025.
https://www.kompas.com - Badan Pusat Statistik. “Berita Resmi Statistik: Keadaan Ketenagakerjaan Indonesia Februari 2025.”
https://www.bps.go.id - Katadata.co.id. “Jumlah Pekerja Tidak Penuh Masih Tinggi di Indonesia.” 6 Mei 2025.
- Kumparan.com, 6 Mei- 2025