Semarang, SUARA PEMBARUAN – Bandara Jenderal Ahmad Yani telah melayani 177.881 penumpang, 1.324 pergerakan pesawat, dan 1.500.950 Kg kargo, selama arus mudik dan balik Lebaran 2025.Baca Juga: Menkes Selidiki Prosedur Pengambilan Obat Bius oleh Dokter Residen Anestesi Pelaku Pemerkosaan Keluarga Pasien
“Kami mencatat adanya peningkatan jumlah penumpang sebesar 5% jika dibandingkan dengan periode Lebaran pada tahun 2024, sedangkan untuk puncak arus mudik Lebaran terjadi pada hari Jumat 28 Maret 2025 dengan pergerakan penumpang sebanyak 9.796 penumpang naik sebesar 76% dibandingkan tahun sebelumnya," ujar General Manager Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang, Fajar Purwawidada, saat penutup resmi Posko Terpadu Angkutan Udara Lebaran Tahun 2025 / 1446 H, Sabtu (12/4/2025).Baca Juga: Pihak Ridwan Kamil Mengaku Terima Surat Somasi dari Lisa Mariana, Kuasa Hukum: Kami Hormati Sebagai Bagian Proses Hukum
Menurut Fajar, puncak arus balik Lebaran terjadi pada hari Minggu 6 April 2025 dengan pergerakan sebanyak 10.431 penumpang naik sebesar 2% dibandingkan tahun sebelumnya.
Bandar Udara Jenderal Ahmad Yani Semarang juga mencatat pertumbuhan sebesar 70% untuk kargo jika dibandingkan dengan periode Lebaran Tahun 2024.Baca Juga: Curah Hujan Tinggi, Bupati Gusril Imbau Warga Kaur Waspadai Ancaman Banjir dan Longsor
“Saya mewakili Manajemen Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang mengucapkan terima kasih serta apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak maupun stakeholder yang terlibat, yang telah mengedepankan sinergitas, kolaborasi dan kerjasama yang baik, sehingga posko terpadu angkutan udara lebaran tahun 2025 dapat dilaksanakan dengan lancar, aman, tertib dan terkendali," ujar Fajar.Baca Juga: Curah Hujan Tinggi, Bupati Gusril Imbau Warga Kaur Waspadai Ancaman Banjir dan Longsor
Untuk extra flight selama periode Posko Terpadu Angkutan Udara Lebaran Tahun 2025 / 1446 H, Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang mencatat sebanyak 98 penerbangan tambahan, serta untuk tingkat On Time Performance (OTP) atau tingkat ketepatan waktu dicapai oleh maskapai penerbangan yakni sebesar 71 persen.*