Semarang, SUARA PEMBARUAN - PT Pertamina Patra Niaga bersama BPH Migas melakukan kunjungan ke SPBU Rest Area 379A di Batang serta Pangkalan LPG dan SPBE di Semarang pada Kamis (20/3).
Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan pasokan BBM (Bahan Bakar Minyak) dan LPG (Liquefied Petroleum Gas) selama bulan Ramadan dan menjelang Idulfitri berjalan lancar dan aman.Baca Juga: Hadirkan Ramadan Bermakna, Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) Dorong Pemberdayaan Marbot di Semarang
Kepala BPH Migas, Erika Retnowati, menyatakan bahwa selain memastikan ketersediaan stok, BPH Migas bersama Kementerian ESDM juga melakukan uji kualitas terhadap produk BBM seperti Pertamax dan Pertalite. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa produk yang dijual kepada masyarakat memenuhi standar kualitas yang ditetapkan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya untuk mengantisipasi peningkatan permintaan BBM dan LPG selama periode Ramadan dan Idulfitri, di mana aktivitas masyarakat cenderung meningkat.Baca Juga: Indosat Ooredoo Hutchison Perkuat Konektivitas Sepanjang Jalur Mudik dengan Ekspedisi Jaringan Andal
"Pantauan dilakukan oleh teman-teman dari Lemigas. Hasilnya, kualitasnya memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh Ditjen Migas,” tuturnya.
Erika menambahkan, dalam kunjungan kemarin juga mengecek LPG ke salah satu pangkalan di Kota Semarang yang telah cukup tertib dalam pendistribusiannya. Mulai dari pengecekan KTP konsumen, pencocokan dengan aplikasi, baru kemudian diberikan LPG 3 kg.Baca Juga: Bupati Gowa Husniah Talenrang Lelang Busana di Preloved for Charity
BPH Migas turut serta dalam kunjungan ke salah satu SPBE di Kota Semarang. Prosedur yang dilakukan di SPBE tersebut dinilai sudah sesuai ketentuan yang berlaku. Setiap tabung yang masuk ditimbang terlebih dahulu, dicek kelayakan tabungnya, kemudian baru dilakukan pengisian dengan standar 8 kg. Apabila sudah sesuai ketentuan, tabung kemudian dikirimkan ke agen.Baca Juga: Penerbangan Guangzhou - Surabaya Percepat Perdagangan dan Pariwisata Jatim - Tiongkok
“Jadi kami melihat semuanya aman ya, baik dari sisi BBM maupun dari LPG. InsyaAllah, mudah-mudahan, mudik tahun ini untuk teman-teman yang akan mudik tuh bisa terjamin, baik dari BBM, maupun juga pasokan LPG. Ibu-ibu yang mau masak juga jangan khawatir, LPG-nya cukup,” imbuhnya.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Keuangan PT Pertamina Patra Niaga, Arya Suprihadi mengungkapkan, kondisi stok BBM dalam keadaan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Perkiraan kenaikan permintaan diperkirakan sebanyak 11 persen.Baca Juga: PHRI DIY berkomitmen untuk mengelola sampah sektor perhotelan secara mandiri
“Kami mempersiapkan layanan tambahan seperti SPBU Modular di sepanjang ruas tol Trans Jawa yang belum memiliki SPBU tetap. Operator SPBU pun kami siagakan selama 24 jam di rest area ruas tol. Secara nasional, kami menyiapkan 26 titik Serambi MyPertamina. Kami juga menyiapkan fasilitas tambahan seperti mobile storage agar pengisian BBM tetap berjalan kondusif dalam kondisi padat,” katanya.Baca Juga: Sadis, OPM Eksekusi Mati dan Membakar 6 Orang Guru di Kampung Anggruk
Arya juga mengucapkan terima kasih untuk kehadiran Kementerian ESDM dan BPH Migas yang mendukung tinjauan langsung ke lapangan di mana jumlah titik penugasannya lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya.
“Untuk lebaran tahun 2025 ini, kami memastikan BBM, LPG, hingga Avtur kualitasnya terjaga, serta sesuai dengan standar dan aturan yang berlaku. Dari sisi kuantitas, kami juga melakukan pengecekan agar takaran yang diberikan kepada masyarakat sesuai. Kami juga sudah melakukan build up stock H-14 hari sebelum lebaran agar pasokan cukup untuk memenuhi kebutuhan lebaran 2025,” jelasnya.Baca Juga: PMI Siagakan 276 titik Pos, 321 Ambulan, 5.973 Personil Hadapi Mudik Lebaran 2025
Dengan adanya pemeriksaan langsung dari Menteri ESDM dan pemantauan terus-menerus oleh Lemigas, diharapkan masyarakat dapat semakin yakin akan kualitas BBM yang beredar di pasar. Pemerintah dan Pertamina terus berkomitmen untuk menyediakan BBM berkualitas guna mendukung kenyamanan dan keamanan berkendara bagi masyarakat Indonesia.*