Ekspansi Global BSI 2026 Harus Terukur, Analis Ingatkan Jangan Agresif Tanpa Strategi

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Rabu, 18 Februari 2026 | 08:22 WIB
 Pengamat ekonomi, Noviardi Ferzi
Pengamat ekonomi, Noviardi Ferzi


Jakarta, SUARA PEMBARUAN — Kinerja Bank Syariah Indonesia (BSI) sepanjang 2025 mendapat apresiasi dari pengamat ekonomi Noviardi Ferzi. Namun, ia mengingatkan agar rencana ekspansi internasional pada 2026 dilakukan secara disiplin, terukur, dan tidak terburu-buru.

Menurut Noviardi, pertumbuhan yang kuat perlu tetap diimbangi dengan efisiensi biaya, penguatan manajemen risiko, serta strategi berbasis aset ringan agar profitabilitas tetap terjaga. Ia menilai capaian laba bersih sebesar Rp7,57 triliun yang tumbuh 8,02 persen secara tahunan, total aset Rp416 triliun, pembiayaan Rp300,85 triliun, serta rasio NPF gross di bawah dua persen menjadi bukti fondasi BSI semakin kokoh.

Selain itu, pertumbuhan dana pihak ketiga yang mencapai 15,66 persen dan peningkatan transaksi digital hingga Rp763 triliun menunjukkan transformasi digital mulai memberikan dampak nyata terhadap kinerja perseroan.

Meski demikian, Noviardi menegaskan bahwa langkah ekspansi global sebaiknya dimulai melalui pendekatan kemitraan dan layanan digital. Strategi ini dinilai lebih efektif, khususnya untuk menjangkau pasar haji–umrah dan komunitas diaspora Indonesia di luar negeri.

Ia mengingatkan, pembukaan jaringan fisik secara agresif tanpa riset pasar dan kolaborasi komunitas berisiko menambah beban regulasi dan menekan margin. Karena itu, BSI disarankan lebih dulu memperkuat basis nasabah sebelum memperluas skala bisnis.

Di pasar domestik, target penambahan dua juta nasabah baru dianggap realistis. Namun, hal tersebut perlu diiringi penguatan manajemen risiko, terutama pada pembiayaan sektor ritel dan UMKM. Noviardi juga mendorong optimalisasi teknologi analitik dan kecerdasan buatan untuk menjaga kualitas portofolio agar pertumbuhan pembiayaan tetap sehat.

Ia turut menyoroti pentingnya diversifikasi bisnis halal, termasuk layanan kustodian yang potensinya besar. Meski demikian, indikator dampak sosial perlu diperjelas agar manfaatnya semakin inklusif, terutama bagi ekonomi pedesaan.

Ke depan, transparansi tidak hanya soal kinerja laba, tetapi juga kontribusi sosial dan keberlanjutan. Noviardi menilai, apabila BSI mampu menjalankan ekspansi secara adaptif, memperkuat talenta global, serta meningkatkan keterbukaan kinerja non-keuangan, peluang menjadi pemimpin regional di industri perbankan syariah akan semakin terbuka.



Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X