SIG Borong Penghargaan Tata Kelola dan Keberlanjutan di IICD Award 2025

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Sabtu, 27 September 2025 | 07:13 WIB
Group Head of Legal SIG, Maralda H. Kairupan (tengah) menerima trofi penghargaan Best Sustainability and Resilience Award pada ajang The 16th IICD Corporate Governance Conference and Award 2025.
Group Head of Legal SIG, Maralda H. Kairupan (tengah) menerima trofi penghargaan Best Sustainability and Resilience Award pada ajang The 16th IICD Corporate Governance Conference and Award 2025.

Jakarta, SUARA PEMBARUAN – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) kembali menegaskan komitmennya pada prinsip keberlanjutan dan tata kelola perusahaan yang baik (GCG) dengan meraih Best Sustainability and Resilience Award 2025 serta masuk ke jajaran Top 50 Emiten Kapitalisasi Pasar Terbesar (BigCap PLCs) dari Indonesian Institute for Corporate Directorship (IICD).

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Dewan Pengurus IICD, Endang Hoyaranda, kepada Group Head of Legal SIG, Maralda H. Kairupan, dalam ajang The 16th IICD Corporate Governance Conference and Award 2025 yang berlangsung di Ballroom Pullman Hotel Jakarta, Senin (15/9).

Acara ini mengusung tema “Building Resilience through Good Governance: Thriving in Turbulent Times” dengan penilaian terhadap 200 emiten Big Cap dan Mid Cap di Bursa Efek Indonesia menggunakan metode ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS).

Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, menyatakan bahwa kerangka Environmental, Social, and Governance (ESG) telah menjadi bagian penting dalam strategi bisnis perusahaan.

“Dengan mengintegrasikan ESG, SIG mampu lebih adaptif menghadapi ketatnya persaingan industri semen yang tertekan oleh kelebihan pasokan dan penurunan permintaan,” jelasnya.

Menurut Vita, keberhasilan ini tak hanya mencerminkan kepatuhan regulasi, tetapi juga kesadaran SIG bahwa praktik GCG berdampak langsung pada keberlanjutan bisnis.

“Kami ingin menciptakan nilai tambah bagi lingkungan, masyarakat, pemegang saham, hingga pemangku kepentingan. Prestasi ini memotivasi seluruh insan SIG untuk terus meningkatkan kinerja keberlanjutan,” ujarnya.

SIG pun konsisten melakukan pengukuran kualitas tata kelola dengan mengacu pada regulasi Kementerian BUMN, OJK, serta ACGS. Hasilnya, skor GCG perusahaan meningkat signifikan, dari 92,47 (predikat Very Good) pada 2023 menjadi 102,81 (predikat Leadership in Corporate Governance) pada 2024.

“Peningkatan skor ini membuktikan SIG telah sepenuhnya mengadopsi standar internasional ACGS. Ke depan, SIG berkomitmen memperkuat tata kelola agar pengelolaan perusahaan semakin profesional, efisien, dan efektif,” tutup Vita.

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X