Dibantu SIG, Sekolah Perempuan Kembangkan Sentra Jamur Tiram di Padang

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Rabu, 16 Juli 2025 | 08:30 WIB
Pengelola Usaha Ekonomi Produktif (UEP) Jamur Tiram Sekolah Perempuan, Tin Suarni memanem jamur tiram dari media tanam di pondok budidaya jamur tiram di Kelurahan Baringin, Kecamatan Lubuk Kilangan.
Pengelola Usaha Ekonomi Produktif (UEP) Jamur Tiram Sekolah Perempuan, Tin Suarni memanem jamur tiram dari media tanam di pondok budidaya jamur tiram di Kelurahan Baringin, Kecamatan Lubuk Kilangan.


Jakarta, SUARA PEMBARUAN — Permintaan tinggi akan jamur tiram di Kota Padang, Sumatra Barat, membuka peluang usaha yang dimanfaatkan dengan baik oleh Sekolah Perempuan bersama Usaha Ekonomi Produktif (UEP) Forum Nagari Baringin. Mereka merintis usaha budi daya jamur tiram di Kelurahan Baringin, Kecamatan Lubuk Kilangan, dengan dukungan dari PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) melalui anak perusahaannya, PT Semen Padang.

Berbekal bantuan awal berupa bibit, media tanam, oven, pondok produksi, dan perlengkapan lain dari PT Semen Padang, kelompok ini memulai usaha mereka pada September 2024. Saat ini, produksi jamur tiram mencapai 3 hingga 7 kilogram per hari, meningkat dari awal yang hanya 1.000 media tanam menjadi 3.000.

Tin Suarni, pengelola UEP Jamur Tiram Sekolah Perempuan, mengungkapkan bahwa ide awal datang dari tingginya minat pasar terhadap jamur tiram di wilayah tersebut. Dukungan dari Semen Padang menjadi tonggak penting dalam keberhasilan program ini. “Dari awal kami hanya coba-coba, kini usaha ini tumbuh dan hasilnya sangat membantu perekonomian rumah tangga,” jelas Tin.

Selain menjual jamur segar, kelompok usaha ini juga mengolah jamur menjadi berbagai produk makanan seperti keripik dan rendang jamur, yang semakin memperluas pasarnya. Tin berharap Kelurahan Baringin nantinya bisa menjadi pusat budi daya jamur tiram di Padang, mengingat iklimnya yang mendukung dan harga pasar yang menjanjikan, yakni sekitar Rp25.000 per kilogram.

“Terima kasih kepada SIG dan Semen Padang atas semua bantuan dan pendampingannya. Usaha ini sangat berarti bagi kami, terutama para ibu rumah tangga, untuk bisa ikut meningkatkan pendapatan keluarga,” ungkap Tin dengan penuh haru.

Sementara itu, Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, menjelaskan bahwa program pemberdayaan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan pemberdayaan perempuan. “Kami ingin setiap program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) kami memberikan dampak langsung yang nyata dan bertahan lama. Keberhasilan budidaya jamur tiram ini adalah contoh konkret kontribusi SIG untuk solusi ekonomi lokal,” ujarnya.

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X