Kulit Semangka Jadi Camilan Ketika Pertamina Latih UMKM Olah Limbah Pangan 

Photo Author
M Kiblat Said, Suara Pembaruan
- Selasa, 15 Juli 2025 | 12:48 WIB
Pelatihan di rumah produksi UMKM Srikandi di Kelurahan Pattingalloang, Kecamatan Ujung Tanah, Kota Makassar. Dukungan berkelanjutan Pertamina melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (Ist)
Pelatihan di rumah produksi UMKM Srikandi di Kelurahan Pattingalloang, Kecamatan Ujung Tanah, Kota Makassar. Dukungan berkelanjutan Pertamina melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (Ist)

MAKASSAR - SUARA PEMBARUAN - Sekelompok anggota UMKM Srikandi binaan Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi melalui unit operasinya Integrated Terminal (IT) Makassar dilatih mengolah limbah pangan dengan memanfaatkan kulit semangka menjadi produk camilan bernilai ekonomis.

Pelatihan ini menunjukkan komitmen Pertamina dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan. Diberikan kepada UMKM Srikandi, kelompok usaha perempuan yang secara konsisten mengolah limbah pangan menjadi produk kreatif yang ramah lingkungan. Sebelumnya, kelompok ini telah sukses memproduksi basreng kulit udang dan keripik kulit pisang. Dalam pelatihan terbaru ini, sebanyak 10 anggota UMKM Srikandi kembali dibekali keterampilan untuk mengolah kulit semangka menjadi keripik gurih yang memiliki potensi sebagai produk unggulan.

Kegiatan pelatihan berlangsung di rumah produksi UMKM Srikandi yang berlokasi di Kelurahan Pattingalloang, Kecamatan Ujung Tanah, Kota Makassar. Sarana produksi tersebut merupakan bagian dari dukungan berkelanjutan Pertamina melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

“Melalui pelatihan ini, kami tidak hanya mendorong peningkatan keterampilan dan daya saing UMKM, tetapi juga memberikan edukasi kepada masyarakat agar lebih bijak dalam mengelola bahan pangan yang berpotensi menjadi limbah. Harapannya, upaya ini dapat mendukung pengurangan sampah organik sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat, khususnya perempuan,” ujar Tengku Muhammad Rum, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi.

Respon positif pun disampaikan oleh peserta pelatihan.
“Kami sangat terbantu dengan adanya pelatihan ini. Selain menambah keterampilan, kami jadi lebih semangat mengembangkan produk baru dari bahan yang selama ini sering terbuang,” ungkap Suriani, Ketua UMKM Srikandi. “Semoga ke depan produk kami bisa dikenal lebih luas dan membantu ekonomi keluarga.”

Program ini sekaligus menjadi wujud nyata dukungan Pertamina terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Secara langsung, kegiatan ini mendorong pertumbuhan ekonomi dan kewirausahaan lokal (SDG 8), memperkuat peran perempuan dalam aktivitas ekonomi produktif (SDG 5), serta membangun pola konsumsi dan produksi yang lebih bertanggung jawab melalui pengurangan limbah pangan (SDG 12). Di sisi lain, pengolahan limbah organik juga berkontribusi dalam upaya mitigasi perubahan iklim (SDG 13), karena turut mengurangi potensi emisi dari sampah rumah tangga.

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi berkomitmen untuk terus mengembangkan program-program serupa sebagai bagian dari kontribusi nyata perusahaan terhadap masyarakat dan lingkungan, sejalan dengan semangat keberlanjutan. (SP.news)

Editor: M Kiblat Said

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Rekomendasi

Terkini

X