PGN Gelar Suadesa Festival 2025: Dorong Kemandirian Desa Lewat UMKM, Energi Hijau, dan Budaya Lokal

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Sabtu, 10 Mei 2025 | 21:32 WIB



Magelang, SUARA PEMBARUAN – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) menyemarakkan HUT ke-60 dengan menggelar Suadesa Festival 2025 pada 10–11 Mei di Gasblock PGN Karangrejo, Borobudur.

Mengangkat semangat kemandirian dan keberlanjutan, festival ini menjadi panggung kolaboratif antara UMKM lokal, komunitas seni, dan pemanfaatan energi ramah lingkungan demi memperkuat ekonomi desa secara berkelanjutan.

Festival ini merupakan bagian dari program Desa Energi Berdikari Pertamina, di mana Desa Karangrejo, Borobudur, menjadi desa binaan PGN.

Melalui program CSR, PGN berharap Suadesa Festival dapat menggerakkan roda perekonomian desa dengan menggali potensi lokal, mulai dari UMKM, kesenian, budaya, hingga destinasi wisata.

“Suadesa Festival diharapkan menjadi pesta rakyat yang memantik ruang-ruang ekonomi baru melalui pemanfaatan sumber daya lokal secara maksimal,” ujar Fajriyah Usman, Sekretaris Perusahaan PGN.

Salah satu daya tarik utama festival ini adalah Pasar Suadesa, yang menampilkan 40 tenant UMKM dari Desa Karangrejo dan Desa Wringin Putih. Produk yang dijajakan mencakup makanan tradisional, jajanan pasar, kerajinan kayu, batu pahat, anyaman, batik, aksesoris Borobudur, hingga minuman tradisional seperti jamu dan jetkolet. Festival ini juga menjadi ajang promosi destinasi wisata bagi Balkondes di kawasan Borobudur.

Kepala Desa Karangrejo, M. Hely Rofikun, menyampaikan harapannya agar kegiatan ini dapat membentuk kemandirian desa. “Kemandirian Desa berarti desa mampu membiayai dan mengelola potensi yang dimiliki secara mandiri dan berkelanjutan,” ungkapnya dalam konferensi pers, Jumat (9/5/2025).

Tidak hanya fokus pada ekonomi, Suadesa Festival juga menekankan kepedulian lingkungan. Pasar Suadesa tidak menyediakan kantong plastik dan mendorong pengunjung membawa tas belanja ramah lingkungan sebagai upaya nyata pengurangan sampah plastik.

PGN juga memanfaatkan ajang ini untuk memperkenalkan komitmennya terhadap energi ramah lingkungan, salah satunya melalui penggunaan Cylinder CNG (Gaslink C-Cyl) yang digunakan untuk menyuplai kebutuhan gas para tenant kuliner.

Balkondes PGN dan Desa Karangrejo menjadi contoh pemanfaatan ekosistem energi hijau yang mencakup gas bumi dan panel surya untuk penginapan, UMKM, dapur, listrik, serta kebutuhan masyarakat dan Gasblock.

Selain itu, panggung seni budaya turut menyemarakkan acara dengan penampilan dari Shaggydog, Irta Amalia, Om Janema, dan sejumlah komunitas seni lokal lainnya.

Kegiatan Workshop Suadesa juga menjadi bagian penting festival ini, di mana peserta diajak mempelajari teknik tradisional dalam membuat anyaman, tenun, ukiran, hingga keramik dari bahan alami. Produk hasil workshop ini memperkuat pelestarian warisan budaya di tengah modernisasi.

“Suadesa Festival adalah perwujudan perhatian PGN terhadap pemberdayaan ekonomi desa berbasis potensi lokal. Kami berharap festival ini menjadi agenda tahunan yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat Desa Karangrejo,” pungkas Fajriyah.*

 

 

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X