Gubernur Helmi Hasan Minta Pengerukan Pelabuhan Pulau Baai, Bengkulu Dipercepat

Photo Author
Usmin., Suara Pembaruan
- Sabtu, 29 Maret 2025 | 18:30 WIB
Gubernur Bengkulu Helmi Hasan didampingi Sekda, Herwan Antoni dan pejabat instansi terkait menijau pelabuhan Palau Baai, Bengkulu, Sabtu 29 Maret 2025.(Foto/MC Bengkulu)
Gubernur Bengkulu Helmi Hasan didampingi Sekda, Herwan Antoni dan pejabat instansi terkait menijau pelabuhan Palau Baai, Bengkulu, Sabtu 29 Maret 2025.(Foto/MC Bengkulu)

Bengkulu, SUARAPEMBARUAN-Gubernur Bengkulu Helmi Hasan mengeluarkan surat edaran (SE) darurat untuk meminta PT Pelindo mempercepat melakukan pengerukan pelabuhan Pulau Baai, Bengkulu.

Hal ini dilakukan setelah Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan dan pihak terkait melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pelabuhan Pulau Baai, Bengkulu menjelang Idulfitri, Sabtu (29/3/2925).

Sidak ini dilakukan menyusul kondisi alur pelabuhan yang mengalami pendangkalan, sehingga menghambat roda perekonomian Bengkulu. Sebelumnya, Helmi Hasan menyatakan bahwa pengerukan alur Pelabuhan Pulau Baai akan dilakukan pada April 2025 dengan alokasi anggaran mencapai Rp1 triliun.

Baca Juga: Sekdaprov Herwan Antoni Tinjau Posko Pengamanan Idulfitri di Bengkulu, Pastikan Keamanan Kondusif

Namun, melihat kondisi yang semakin darurat, ia meminta agar proses tersebut dipercepat. "Kondisi ini sudah sangat darurat. Ada 20 kapal terjebak, baik di dalam maupun di luar pelabuhan, yang tidak bisa keluar atau masuk.

Awalnya, pengerukan direncanakan pada April, tetapi kami minta dipercepat. Saya juga telah mengeluarkan surat edaran (SE) darurat terkait hal ini," ujar Helmi saat.

Ia mengatakan, jika masalah pendangkalan ini dapat segera diatasi, perekonomian Bengkulu akan kembali membaik. Sejak 2018, Pelabuhan Pulau Baai mengalami pendangkalan yang berdampak pada kerugian ekonomi hingga triliunan rupiah setiap tahun.

Baca Juga: Kabur Saat Ditangkap, Ayah Pembunuh Anak Kandung Tersungkur Ditembak Polisi

"Ekspor batu bara yang sebelumnya mencapai 10 juta ton per tahun kini turun drastis menjadi hanya 3 juta ton. Komoditas ekspor lainnya, seperti cangkang sawit, hasil laut, dan rumput laut, juga terdampak," kata Helmi.

Ia berharap pemerintah pusat segera merespons agar aktivitas pelabuhan dapat kembali normal dan ekonomi Bengkulu tidak semakin terpuruk.(*)

 

 

Editor: Usmin.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Rekomendasi

Terkini

X