Ia mengatakan, harga gabah dan jagung saat ini, sangat tidak seimbang dengan harga saprodi, seperti pupuk, pestisida dan biaya operasional alat berat yang digunakan menggarap sawah. Akibatnya, pendapatan petani hasil panen tidak seimbang.
Meski demikian, Mustopa mengapresiasi keputusan pemerintah mengambil langkah tersebut dan berharap harga jual gabah bisa lebih tinggi dan memberi keuntungan bagi petani kedepan.
Terkait program petani milenial yang direncanakan pemerintah, Mustofa sangat mendukung penuh ide tersebut. Program ini diharapkan dapat menarik minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian dengan memberikan gaji hingga Rp10 juta. Namun, ia menegaskan bahwa program ini harus segera direalisasikan.
"Saya setuju jika anak-anak muda ini diberikan peluang untuk mandiri dan tidak terpaku pada pekerjaan sebagai PNS. Tapi buktikan dulu ada realisasinya. Jangan hanya jadi wacana," katanya.(*)