regional

Kabupaten dan Kota di Bengkulu Tandatangani Kometmen Bersama Intervensi Serentak Penurunan Stunting

Selasa, 4 Juni 2024 | 11:03 WIB
Para pejabat dari kabupaten dan kota serta Forkopomda se-Provinsi Bengkulu foto bersama pada acara Kick Off Intervensi Serentak Pencegahan Stunting di Bengkulu.

Bengkulu,suarapembaruan.news-Untuk menurunkan angka prevalensi stunting di Bengkulu, Pemerintah Provinsi Bengkulu melakukan langkah penting pemeriksaan semua ibu hamil, balita dan calon pengantin di daerah ini.

Hal ini dilakukan bagian dari Intervensi Serentak Pencegahan Stunting, dimulai saat ini, dan akan berlangsung selama bulan Juni 2024.

Stunting merupakan permasalahan kekurangan gizi utama balita Indonesia saat ini. Stunting disebabkan karena kurangnya asupan gizi dalam waktu yang lama dan penyakit infeksi berulang yang ditandai dengan panjang atau tinggi badan berada di bawah standar.

Selain itu, kejadian stunting pada balita juga erat kaitannya dengan status kesehatan ibu pada saat hamil dan masa sesudah hamil. prevalensi stunting pada balita di Indonesia penurunannya masih jauh dari harapan.

Data Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu menyebutkan, pravalensi stunting di Bengkulu tahun 2023 sebesar 20,2 persen. Sementara untuk tingkat nasional sebesar 21,5 persen.

Untuk itu, diperlukan berbagai strategi dan upaya agar tujuan percepatan penurunan stunting di Provinsi Bengkulu dapat terwujud sesuai harapan bersama.

"Anak sehat adalah investasi bangsa, masa depan negara ini akan dilanjutkan oleh mereka. Oleh karena itu tugas kita bersama untuk mempersiapkan dan menjaga mereka dengan baik," kata Asisten II Pemprov Bengkulu, Raden Ahmad Denni, saat Kick Off Intervensi Serentak Pencegahan Stunting, bertempat di Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, Senin (3/6/2024).

Usia balita dikenal dengan "Golden Periode" yang merupakan periode emas perkembangan otak anak yang dimulai dalam 1000 hari pertama kehidupannya.

Dengan demikian, pada periode ini perlu diberikan perhatian yang lebih, baik dari sisi nutrisi, kasih sayang maupun rangsangan tumbuh kembangnya.

"Tujuan intervensi ini adalah untuk meningkatkan dukungan, koordinasi dan kerja sama pemerintah provinsi bersama pemerintah kabupaten/kota yang pelaksanaannya terkhusus melalui pemerintah desa, puskesmas dan para pemangku kepentingan terkait," tambah mantan Kepala PMD Bengkulu ini.

Gerakan ini, katanya dilakukan dalam berbagai rangkaian aksi bersama pendataan, pendampingan, penimbangan, pengukuran, edukasi, validasi dan intervensi bagi ibu hamil, balita dan calon pengantin secara berkelanjutan.

"Masyarakat juga bisa mendapatkan layanan melalui program baru berupa Wajah Baru Posyandu (Warupo) Bengkulu yang melayani semua kelompok umur," tambah Deny.

Pada kesempatan ini juga dilakukan penandatangan Komitmen Bersama Gerakan Nasional Intervensi Serentak Pencegahan Stunting di Provinsi Bengkulu bersama perwakilan Forkopimda dan perwakilan kabupaten dan kota di Provinsi Bengkulu.(*)

 

Tags

Terkini

Kajati Resmikan Kantor Kajari Bengkulu Tengah

Kamis, 23 Januari 2025 | 17:20 WIB