Mari kita juga melihat persebaran suara Masyarakat,. Perebutan suara oleh pasangan Calon Gubernur Sumsel nanti, tidak kalah penting untuk diperhitungkan. Ada suara komunitas masyarakat yang begitu khusus dan terkelompok dalam kemajemukan etnis maupun muasal dari masyarakat Sumsel secara menyeluruh.
Maka ini menjadi sebuah penentuan yang perlu diperhitungkan secara politis oleh calon kandidat tentunya. Jika tidak dipetakan bisa menjadi soal dan bermasalah dalam peraihan suara. Gambaran ini sekadar memberikan pandangan terhadap paradigma dari masyarakatnya. Klen tentu patut menjadi perhitungan dalam perebutan suara.
Ada beberapa factor juga yang perlu menjadi perhitungan kandidat nanti dalam peraihan suara Masyarakat Sumsel yang majemuk ini. Kandidat akan berhadapan dengan Masyarakat berbagai etnis. Kita sebut saja seperti Masyarakat Komering, masyarakat wilayah Lahat (pasemah), yang tidak kalah banyaknya jumlahnya. Tentu persatuannya sangat kuat.Bahkan baru-baru ini mempersiapkan organisasi persatuan-persatuan.
Persatuan organisasi, memang sudah lama berlangsung di Sumsel, tetapi sudah menjadi kebiasaan persatuan-persatuan masyarakat ini akan makin terdengar kabar beritmanya, mengadakan pertemuan dan mempetakan dukungan mereka kepada siapa. Ini patut pula menjadi perhitungan.
Baca Juga: Pj Gubernur Sumsel Fatoni: Daya Beli Petani Sumatera Selatan Terus Meningkat
Tidak lupa, etnis Masyarakat Jawa yang juga tidak kalah jumlahnya saat ini di Sumsel. Ini sangat besar pengaruhnya untuk bisa memenangkan suara yang diharapkan. Begitupun Masyarakat Palembang, Muba, OKI, OI dan Musi Rawas. Mereka ini, tidak kalah besarnya jumlahnya, maupun keutuhan ikatannya. Ada juga perantau yang menjadi perhitungan.
Kita sebuat orang Batak, Batak Mandailing, Minang, Sulawesi Selatan, Madura dan lainnya. Ini menjadi perhatian khusus pula. Sudah tentu, para kandidat akan dan sudah mulai melakukan pendekatan. Termasuk komunitas emak-emak, kelompok pengajian dan pemuda serta organisasi yang telah ada.
Masyarakat Sumsel ini adalah pemilih. Tentu kandidat sudah memasang strategi dan vberusaha pandai membuat cara atau sistim atau Bahasa melayunya, bagaiman ‘merayu’ suara itu agar bisa memilih para balon kandidat. Sebenarnya, kelompok masyarakat yang tidak terikat dengan kesukuan dan persatuan juga tidak kalah banyak jumlahnya.
Strategi politik dan perhitungan para kandidat termasuk tim politik tentu menjadi sebuah pilihan yang patut dipersiapkan secara rapi dan cerdas dalam maraih suara yang banyak ini. Kesemua ini adalah warna-warni politik yang selalu terjadi disetiap adanya kegiatan politik pemiloihan kepala daerah (Pilkada) bahkan Presiden sekalipun. (*)