Enrekang-Suarapembaruan.news. Jalur trans Sulawesi yang menghubungkan Kabupaten Enrekang dan Tana Toraja, Jumat sore (03/05/2024) kembali normal setelah tim gabungan TNI-Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan masyarakat bahu-membahu menyingkirkan material longsor.
Kabupaten Enrekang yang masuk wilayah potensi hujan meluas, pada Jumat dini hari mengalami longsor akibat intensitas hujan yang tinggi, akibatnya, menimbulkan longsor di jalur trans Sulawesi, sekitar 2 km (kilo meter) sebelum masuk Kota Enrekang.
Beberapa hari sebelumnya, hujan deras juga melanda Enrekang menyebabkan Kota Enrekang banjir akibat luapan sungai besar yang posisinya tepat membelah kota tersebut.
Kasat Lantas Polres Enrekang, AKP Bakri,S.H , mengatakan, situasi arus lalu lintas tepatnya 2 km sebelum masuk Kota Enrekang dari arah Makasssar, mengalami macet panjang akibat longsor, Alat berat milik Dinas Pekerjaan Umum dikerahkan sejak pagi dan petyugas hanya istirahat menjelang shalat Jumat.
Hingga Jumat sore, antrian kendaraan masih terlihat karena alat berat masih membersihkan bekas lumpur dan material di sepanjang jalan kedua arah.
”Alhamdulillah, sore ini kendaran sudah bisa melintas di jalur tersebut, baik dari Enrekang menuju Tana Toraja maupun dari Tana Toraja menuju Enrekang,” jelasnya. (SP.news/MK Said)