"Saat ini, masyarakat korban banjir kesulitan memasak karena alat daput mereka banyak rusak dan hilang dihantam banjir tersebut. Karena itu, warga korban banjir membutuhkan bantuan alat masak di rumahnya," ujar Kopli.
Dalam kesempatan sama Bupati Kopli juga menerima bantuan bahan pangan dan bantuan lainya untuk korban banjir Lebong secara simbolis dari Satgas BUMN Provinsi Bengkulu sinergistas Lanal Bengkulu dan I'M Single Fightrer Indonesia.
Baca Juga: Banjir di Kabupaten Lebong Rendam Ribuan Rumah Warga
Sementara itu, BPBD Lebong menyebutkan, total warga terdampak banjir bandang sebanyak 2.712 orang, dan sebanyak 195 unit rumah warga rusak. Rincianya, rumah rusak berat sebanyak 79 unit, dan 116 unit rusak ringan, tersebar di 27 desa dan 2 Kelurahan di Kabupaten Lebong.
Adapun 29 desa dan kelurahan yang terdampak banjir bandang Lebong, yakni 4 desa dan 1 kelurahan di Kecamatan Topos, 2 desa di Kecamatan Rimbo Pengadang, 2 desa dan 1 kelurahan di Kecamatan Lebong Selatan.
Kemudian, 7 desa di Kecamatan Bingin Kuning, 5 desa di Kecamatan Lebong Sakti, 3 desa di Kecamatan Amen, 3 desa di Kecamatan Uram Jaya, dan 1 desa di Kecamatan Lebong Utara.Selain itu, banjir bandang juga merusak sebanyak 35 unit infrastruktur, 15 unit kerusakan fasilitas umum, dan 15 unit kerusakan pada tempat usaha (peronomian).
Baca Juga: Kadis Sosial Tana Toraja Apresiasi Kepedulian Pertamina Terhadap Korban Longsor
Sedangkan infrastruktur jalan, BPBD Lebong menerima laporan dari daerah adanya jalan provinsi yang rusak berat alias ambles di ruas jalan Desa Talang Ratu, Kecamatan Rimbo Pengadang, dan tanah longsor di tujuh titik di ruas jalan Ajai Siang-Tik Sirong.
Banjir juga merusak sekitar 7 hektare lahan pertanian milik masyarakat dan setidaknya 3 unit jembatan gantung dan fasilitas umum lainnya. Namun, pihak BPBD Lebong tidak menyebutkan total kerugian akibat banjir bandang tersebut.(*)