Muna- Suarapembaruan.news. Arus balik lebaran dari Kahupaten Muna ke Kota Kendari, Sulawesi Tenggara melalui jalur penyeberangan laut di Tampo (Kabupaten Muna) - Torobulu (Konawe Selatan) pasca Hati Raya Idul Fitri 1445 H, Senin (15/4/2024) membludak.
Petugas Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry di Tampo mengatakan, penumpang dan barang yang melewati pelabuhan Tampo sejak arus mudik H-1 dan H-2 padat. Demikian juga saat arus balik, Minggu dan Senin. Kepadatan terjadi lantaran mereka memanfaatkan hari libur terakhir.
Kondisi kepadatan itu terjadi disemua titik penyeberangan ferry, diantaranya dari Kota Bau-Bau ke Wamengkoli, Wakorumba- Raha. Khusus Tampo-Torobulu, penumpang dilayani 3 kapal, satu KMP Tunu Pratama Jaya milik swasta, dua kapal ASDP yakni KMP Cendrawasih 2 dan KMP Nuku. Ketiga kapal tersebut dalam sehari melayani sampai empat kali pergi-pulang.
KMP Tunu Pratama Jaya berkapasitas angkut lebih besar dan bisa mengangkut kendaraan roda empat hingga sebanyak 46 unit, ditambah kendaraan roda dua. Dilengkapi berbagai fasilitas, seperti coffee corner (ruangan ngopi), mushala, dan ruangan santai out door (terbuka) untuk dinikmati oleh penumpang. Kapal tersebut memiliki panjang keseluruhan 60,2 meter dan lebar 11,5 meter.
Tampak ratusan penumpang kendaraan roda dua antri panjang di tengah terik matahari untuk naik ke atas kapal, penumpang membeli tiket terpadu untuk penumpang dan kendaraannya, demikian juga penumpang yang menggunakan kendaraan roda empat, ada yang sejak dua hari lalu sudah membeli tiket, begitu juga truk pengangkut barang.
"Saya punya nomor antrian 400 an, kemungkinan dua hari ke depan baru bisa naik ke kapal," jelas Kamaruddin, pemilik mini bus yang akan menyeberang ke Kendari selanjutnya menuju Makassar.
Pada saat menjelang lebaran, arus mudik penumpang H-1 dan H-2 disemua titik penyeberangan terpantau mencapai sekitar 5.700 orang, kendaraan roda 2 sekitar 4.400 unit, kendaraan roda 4 mencapai Rp 1.200 unit.
Rata-rata mengalami kenaikan dibanding tahun sebelumnya. Arus balik H+1 dan H+2 sekitar 6.000 penumpang, roda empat lebih 1.500 unit, roda dua sampai 5.000 unit.
Dari pantauan SP.news dilokasi, sempat terjadi insiden antara petugas dan pemilik kendaraan. Pasalnya, penumpang tersebut dan kendaraannya dicegat naik ke kapal karena nomor kendaraan tidak sesuai yang tercantum di dalam tiket. Penumpang tersebut ngotot hingga menghambat kendaraan lain yang akan naik.
Informasi yang diperoleh dari kalangan penumpang, setiap tahun menjelang hari raya arus mudik ke Muna dan arus balik ke Kendari padat, hal ini disebabkan banyaknya warga Muna yang bermukim di Kendari, belum termasuk mahasiswa yang terua bertambah karena saban tahun ada sekitar 3.000 luaran Sekolah Menengah Atas (SMA) dan sederajat yang tujuannya ke Kendari untuk kerja atau kuliah. (SP.news/MK Said)