regional

Juara Kontes dan Lelang Bandeng Kawak Gresik, Miliki Berat 13,2 Kilo

Selasa, 9 April 2024 | 19:18 WIB
Pj Gubernur Jatim, Adhy Karyono (tiga dari kiri) memegang bandeng kawak Gresik, dalam kontes jenis ikan. (Ist)

Surabaya, suarapembaruan.nwws - Ikan bandeng seberat 13,1 kilogram dan panjang 100 sentimeter milik Saifullah Mahdi asal Kecamatan Bungah, Gresik Jawa Timur, menjadi juara satu dalam Kontes dan Lelang Bandeng Kawak Gresik 2024, Senin (8/4/2024). Atas kemenangan tersebut, sang juara mendapatkan uang pembinaan Rp 30 juta.

Untuk juara kedua dan ketiga masing-masing diraih Askin dari Kecamatan Ujungpangkah dengan berat bandeng 11 kg dan panjang 103 cm. Juara Tiga adalah Zainal Abidin dari Kecamatan Bungah dengan berat bandeng 8 kg dan panjang 97 cm.

Keduanya memperoleh uang pembinaan Rp 25 juta dan Rp 20 juta.

Penjabat Gubernur Jatim, Adhy Karyono mengatakan, Kontes Bandeng Kawak ini memiliki dampak yang luar biasa, baik dari sisi pariwisata maupun ekonomi.
Di sisi pariwisata, kegiatan tahunan ini sebagai wujud pemeliharaan tradisi kebanggaan yang khas, unik dan sangat dinantikan oleh masyarakat Gresik.

"Gresik memang sudah sangat identik dengan ikan bandeng. Gresik itu ya bandeng, bandeng ya Gresik," katanya.

Ia, menginginkan, supaya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata baik dari Provinsi Jatim maupun Kabupaten Gresik bisa berkolaborasi untuk membawa Kontes Bandeng Kawak ke kancah nasional dan internasional.

Sedangkan dari sisi ekonomi, sektor riil disebutnya bergerak sangat signifikan sehingga berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat.

Antusiasme yang terlihat dalam acara menjadi salah satu indikator dapat menggerakkan roda perekonomian di Kabupaten Gresik.

"Kita bisa lihat antusiasme para peserta kegiatan yang bukan hanya berasal dari petani ikan bandeng Gresik tapi juga pembudidaya wilayah pantura, pedagang bandeng, UMKM Kuliner, kelompok kesenian dan lain sebagainya," ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyatakan optimistis, kegiatan ini bisa terus terselenggara dan menjadi pendongkrak ekonomi masyarakat Gresik. Karena gelaran ini sudah menjadi salah satu Warisan Budaya Tak Benda asli Gresik.

Dulu, dimulainya dari era Sunan Giri. Jadi dulu Mbah Sunan Giri, melihat potensi masyarakat Gresik Utara mendorong ekonomi melalui budidaya ikan bandeng. Sehingga bisa terus tumbuh sejahtera hingga saat ini. Dan ini dilestarikan terus menerus hingga era saat ini dengan penyesuaian kreativitas zaman.

Ditambahkan, kegiatan semacam ini terus menjadi motivasi bagi seluruh petambak bandeng di Gresik. Berdasarkan data dari Kabupaten Gresik, tidak kurang dari 90.000 ton bandeng dihasilkan pertahunnya. (SPnews/TK)

Tags

Terkini

Kajati Resmikan Kantor Kajari Bengkulu Tengah

Kamis, 23 Januari 2025 | 17:20 WIB