regional

Uskup Agung Semarang Mgr Robertus Rubiyatmoko: Buktikan dengan Iman Harapan dan Kasih

Minggu, 24 Maret 2024 | 13:25 WIB
Uskup Agung Semarang Mgr Robertus Rubiyatmoko. (dok. Keuskupan Agung Semarang )

Semarang, suarapembaruan.news – Yesus yang dielu-elukan oleh ratusan orang Yahudi saat memasuki gerbang Yerusalem, dan menyerukan Hosanna! Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan! Tiba-tiba dalam waktu yang tidak lama, orang Yahudi beramai-ramai menghujat, menghinaNya dan memintanya: Salibkan Dia!

Baca Juga: Dinas PUPR Bengkulu Pastikan Tiga Ruas Jalan Provinsi di Kepahiang Dibangun 2024


Gambaran orang Yahudi itu, adalah gambaran umat manusia saat ini, yang kerap diombang-ambingkan antara percaya dan tidak percaya akan Yesus Kristus.


“Gambaran kebimbangan dan ketidakperyaan itu juga ada pada murid-murid Yesus, seperti Petrus yang menyangkal sampai tiga kali sebelum ayam berkokok, seperti itulah gambaran umat manusia saat ini,’’ demikian disampaikan Uskup Agung Semarang Mgr Robertus Rubiyatmoko saat menjadi konselebran utama dalam Misa Minggu Palma di Gereja Santa Maria Bunda Allah Paroki Plamongan Indah Semarang, Minggu (24/3).

Baca Juga: FFF Upayakan Mbappe Masuk Tim Olimpiade


Meski begitu, ditengah kondisi yang demikian, kata Uskup, ada pula murid-murid Yesus yang tetap setia, seperti Yohanes dan Yakobus, juga Maria Magdalena, Simon dari Kirene, Yusuf dari Arimatea, serta Maria Ibunda Yesus, yang setia berpegang pada iman percaya hingga Yesus mati di kayu salib.

Uskup Agung Semarang Mgr Robertus Rubiyatmoko saat berfoto bersama Romo Bondan dan Panitia Pembangunan Gereja MBA Plamongan Indah Semarang


Yesus yang hadir sebagai Raja, bukan hadir dalam kemegahan, kemewahan, kekayaan dan keagungan seperti raja-raja yang ada di muka bumi. Boleh jadi, kata Uskup, membuat orang Yahudi saat itu tidak yakin dan gentar, harapan mereka pada Yesus ambyar dan goyah, sehingga meragukan ketuhanan Yesus. Yesus yang dianggap raja, kemudian dinilai lemah tak berdaya.

Baca Juga: Pemprov Jatim Terjunkan Tim Reaksi Cepat ke Pulau Bawean


“Sebab, Dia hadir sebagai raja bukan dalam kemegahan dan kemewahan, tapi hadir dalam kesederhanaan dan kelemahlembutan. Dia bukan lemah tak berdaya, melainkan menaati kehendak Allah Bapa yang menghendaki keselamatan umat manusia, sehingga tetap setia dan teguh sampai mati di kayu salib,” papar Uskup.


Gambaran Yesus yang setia dan menaati kehendak Allah Bapa, lanjut Uskup, hendaknya menjadi teladan bagi kita orang percaya, agar tetap memegang teguh keyakinan akan Yesus Kristus yang telah menebus dosa-dosa kita melalui kematian di kayu salib.

Baca Juga: Kota Jayapura Mencari Pemimpin Milenial Yang Visioner


“Keyakinan itu pula yang harus dipegang teguh oleh seluruh umat di Plamongan Indah, tidak mudah diombang-ambingkan imannya, sehingga tetap setia dan teguh iman percayanya pada Yesus Kristus,” imbuh Mgr Rubi.


Seperti tema tahun ini, yakni tahun keluarga. Maka, Uskup meminta umat MBA Plamongan Indah terus membangun keluarga masing-masing agar bertumbuh dalam iman harapan dan kasih.

Halaman:

Tags

Terkini

Kajati Resmikan Kantor Kajari Bengkulu Tengah

Kamis, 23 Januari 2025 | 17:20 WIB