regional

Meski Metropolitan, Mbak Ita Siapkan Lahan Produktif di Kota Semarang

Senin, 11 Maret 2024 | 08:44 WIB
Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu.

Semarang, suarapembaruan.news - Untuk menjaga kedaulatan pangan, Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mendorong tersedianya lahan produktif, meskipun Kota Lumpia merupakan metropolitan.

"Walaupun metropolitan, tapi untuk menjaga kedaulatan pangan, Kota Semarang harus punya lahan produktif," kata Mbak Ita saat di Vihara Mahabodhi, Jalan Seroja Timur, Kota Semarang, Minggu (10/3).

Upaya tersebut, menurutnya mulai berjalan dengan hadirnya Program Pasar Pangan Rakyat Murah dan Aman (Pak Rahman) dan pertanian urban (urban farming) di Kota Semarang.

Lewat Pak Rahman, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang berupaya menekan harga komoditas atau menghadirkan pangan murah kepada masyarakat, serta mengendalikan inflasi.

Termasuk pula melalui pertanian perkotaan, selain menjaga alih fungsi lahan juga untuk menjaga kedaulatan pangan masyarakat.

"Dengan adanya Pak Rahman ini inflasi di Kota Semarang di bawah provinisi maupun nasional, kami mendorong masyarakat agar makin sejahtera, dan menjaga kedaulatan pangan," kata Mbak Ita.

Misalnya, penggilingan padi Rice Mill dari Badan Usaha Milik Petani (BUMP) Kota Semarang, di Purwosari, Kecamatan Mijen dalam sehari dapat memproduksi sampai 3 ton beras.

Termasuk pula pengembangan bawang merah varietas bima di Kota Semarang bersama Kelompok Tani Sumber Rezeki. Diperkirakan produksi bisa mencapai 19,6 ton tiap hektar.

"Misal di Mijen itu, punya pabrik selepan, dalam sehari bisa produksi 3 ton beras, ini berasnya medium super fresh tidak numpuk-numpuk di gudang. Bahkan bawang merah juga diproduksi di sini," katanya.*

Tags

Terkini

Kajati Resmikan Kantor Kajari Bengkulu Tengah

Kamis, 23 Januari 2025 | 17:20 WIB