Selain itu, pasar murah ini digelar Pemprov Bengkulu dan Bank Indonesia, serta Disperindag Bengkulu untuk mengendalikan inflasi daerah, khusunya inflasi beras. Soalnya, kenaikan harga beras sekarang cukup mempengaruhi inflasi daerah.
"Jadi, kita terus melaksanakan kegiatan pasar murah ini selama Ramadan hingga Idulfitri 1445 Hijriyah mendatang. Kegiatan ini tidak hanya dilaksanakan di Kota Bengkulu saja, tapi juga digelar di 9 kabupaten lainnya di Bengkulu," ujarnya.
Foritha mengimbau masyarakat Bengkulu, tidak berlu membeli sembako secara berlebihan, tapi beli saja sesuai kebutuhan, karena stok sembako di Bengkulu, selama Ramadan sampai Idulfitri dijamin aman dan cukup.
"Jika masyarakat membeli sembako selama Ramadan berlebihan dari hari biasa, maka akan menyebabkan harga akan bergerak naik lagi dari sekarang. Silakan saja membeli sembako sesuai kebutuhan dan jangan berlebihan sehingga harga akan stabil," harap Foritha.(*)