Baca Juga: Sempat Jatuh Bangun Rintis Bisnis Kuliner, Shofa Kini Buka Cabang ke-2 Nasi Kapau Uda Uni
Dari data, persediaan beras mencapai 50.800 ton, sedangkan kebutuhan setiap bulannya di Kota Semarang mencapai tingkat konsumsi 15 ribu ton beras.
Sehingga estimasinya masih bisa mencukupi tiga bulan ke depan, apalagi masih akan ada restock dari Bulog dan distributor lainnya.
Baca Juga: Di Salatiga, Ganjar-Mahfud Keok, Prabowo-Gibran Berjaya
"Untuk kebutuhan bahan pokok lainnya masih aman," papar Bambang.
Pihaknya terus melakukan langkah antisipasi kenaikan harga dan melakukan pengendalian harga menjelang Ramadan dan Idul Fitri.
Baca Juga: Prabowo-Gibran Tumbangkan Ganjar-Mahfud di Kabupaten Purbalingga
"Kami lakukan monitoring melibatkan semua pihak, hingga ke level bawah ikut memonitor. Harapannya, jangan sampai ada yang menumpuk bahan pangan dan spekulan-spekulan," tuturnya.
Bambang menilai, program Pak Rahman yang merupakan bentuk kolaborasi antara Pemkot Semarang, Bulog, pihak swasta, BUMP dan pelaku pangan yang menggelar pasar murah bagi masyarakat ini sangat membantu.
Baca Juga: Ciptakan Kampung KB Berkualitas Diperlukan Dorongan Lembaga Teknis
"Kolaborasi ini berkembang tak hanya pada program Pak Rahman, tapi ada juga Lumbung Pangan Kota Semarang (Lumpang Semar). Saat ini sudah ada 91 titik di 16 kecamatan dan 64 kelurahan serta 11 toko mitra pangan. Ini sedang kami buatkan sistemnya, sehingga ketika ada kebutuhan masyarakat terhadap komoditi pangan tertentu kita bisa langsung suplai," jelasnya.*