regional

Pemprov Bengkulu, Kementerian ESDM, dan PLN Percepat Program Listrik Desa

Rabu, 1 Juli 2026 | 05:50 WIB
Sekda Bengkulu Hewan. Antoni didampibgi Kadis ESDM menggelar rapat dnegan PLN percepat program listrik desa du Bengkulu.(Foto/Ist)

Bengkulu,SUARA EMBARUAN -Pemerintah Provinsi Bengkulu bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta PT PLN (Persero) memperkuat sinergi untuk mempercepat pemerataan akses listrik hingga ke wilayah terpencil.

Melalui Program Listrik Pedesaan (Lisdes) 2026, pembangunan jaringan listrik direncanakan menjangkau 30 lokasi di sejumlah kabupaten di Provinsi Bengkulu.

Komitmen tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Penyelesaian Kendala Pembangunan Listrik Pedesaan Provinsi Bengkulu Tahun 2026 yang digelar di Ruang Rapat Merah Putih, Lantai II Kantor Gubernur Bengkulu, Selasa (30/6/2026).

Rapat dipimpin Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, sebagai tindak lanjut pembahasan Program Lisdes 2026 bersama Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM RI pada 25 Mei 2026.

Rapat dihadiri perwakilan PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan (UP2K) Bengkulu, pemerintah kabupaten, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), serta instansi terkait lainnya.

Dalam arahannya, Herwan Antoni menegaskan bahwa listrik merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kualitas layanan pendidikan dan kesehatan, serta mendukung kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan.

"Pemerintah Provinsi Bengkulu berkomitmen untuk terus mendorong percepatan pembangunan listrik pedesaan agar seluruh masyarakat dapat menikmati akses energi yang merata dan berkeadilan," ujarnya.

Ia menambahkan, percepatan pembangunan jaringan listrik memerlukan dukungan dan sinergi seluruh pihak untuk mengatasi berbagai kendala, mulai dari persoalan administrasi, pembebasan lahan, hingga hambatan teknis di lapangan.

Sementara itu, Kepala Dinas ESDM Provinsi Bengkulu, Rico Yulyana, menjelaskan bahwa Program Lisdes 2026 akan dilaksanakan dalam dua tahap di 30 lokasi. Sebanyak 25 lokasi telah berstatus clear and clean (CnC), sedangkan beberapa lokasi lainnya masih menghadapi sejumlah kendala.

Menurut Rico, hambatan yang ditemui di lapangan antara lain akses jalan yang belum memadai, keberadaan tanaman milik masyarakat yang berada di jalur jaringan listrik, serta proses perizinan karena sebagian trase jaringan melintasi kawasan hutan konservasi.

"Kendala tersebut tersebar di beberapa kabupaten, seperti Rejang Lebong, Kaur, Bengkulu Utara, Bengkulu Selatan, dan Lebong. Sejumlah wilayah bahkan masih belum menikmati layanan listrik secara optimal sehingga masyarakat masih bergantung pada sumber energi alternatif," jelasnya.

Manager PLN UP2K Bengkulu, Yanuar, mengatakan rasio desa berlistrik di Provinsi Bengkulu telah mencapai 100 persen, sedangkan rasio elektrifikasi hingga Desember 2025 tercatat sebesar 99,52 persen. Meski demikian, penguatan jaringan listrik masih diperlukan agar seluruh masyarakat dapat menikmati layanan listrik yang andal.

Pada Tahap I, PLN akan membangun jaringan di 25 lokasi, meliputi Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang 21,5 kilometer, Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 31,4 kilometer, serta pembangunan 11 gardu distribusi dengan total kapasitas 550 kVA.

Sementara pada Tahap II, pembangunan akan dilaksanakan di lima lokasi dengan pembangunan JTM sepanjang 5,52 kilometer, JTR sepanjang 10,63 kilometer, serta tiga gardu distribusi berkapasitas total 150 kVA.

Halaman:

Tags

Terkini