Singkawang, SUARA PEMBARUAN - Kasus kekerasan antar pelajar terjadi di Singkawang dan menjadi sorotan publik setelah viral di media sosial. Seorang siswa SMP berinisial W (12) mengalami luka berat di bagian kepala usai diduga dipukul menggunakan palu oleh teman sendiri.
Peristiwa tersebut ramai diperbincangkan setelah akun Threads @ftmh_azzhr membagikan kronologi kejadian pada Senin (25/5/2026).
Dalam unggahan itu disebutkan, aksi kekerasan diduga dipicu persoalan sepele saat bermain game.
“Gara-gara pelaku selalu kalah main game, jadi dendam sama si korban. Semenjak itu pelaku suka nyari ribut sama korban tapi korban gak ladenin karena merasa pelaku temen baiknya,” tulis akun tersebut.
Unggahan itu juga memperlihatkan tangkapan layar percakapan WhatsApp yang diduga berasal dari pelaku. Dalam isi pesan, pelaku disebut mengakui telah memukul korban menggunakan palu.
“Aku pecahin kepala W bah. Tengkoraknya pecah. Aku pukul sendiri pakai palu. Sekali pukul doang langsung lemas dia, aku pukul diam-diam,” demikian isi pesan yang beredar.
Dalam percakapan lain, pelaku juga diduga menjelaskan cara dirinya menyembunyikan palu sebelum melakukan aksi pemukulan.
“Aku sembunyikan palu di sweaterku. Aku pura-pura ngobrol sama dia, terus langsung pukul,” tulis pesan lainnya.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka serius hingga tempurung kepalanya pecah dan harus menjalani perawatan intensif di RSUD Abdul Aziz.
Ibu korban, Chinusha, mengungkapkan kondisi anaknya saat ini masih membutuhkan pengobatan jangka panjang.
Selain luka di kepala, korban disebut mengalami gangguan pada kemampuan berjalan secara normal akibat pukulan yang diterimanya.
Chinusha mengaku menghadapi kesulitan biaya pengobatan dan berharap keluarga pelaku memiliki itikad baik untuk bertanggung jawab atas peristiwa tersebut.
Menurut penuturan Chinusha, insiden terjadi di kawasan Jalan KS Tubun pada 15 Mei 2026 ketika korban sedang bermain di rumah temannya.