Palembang, SUARA PEMBARUAN - Publik media sosial tengah menyoroti tragedi kecelakaan maut yang melibatkan Bus Antar Lintas Sumatera (ALS) dan truk tangki BBM di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, pada Rabu, 6 Mei 2026.
Peristiwa nahas tersebut terjadi di Jalan Lintas Sumatera, wilayah Kelurahan Karang Jayo, Kecamatan Karang Jaya. Bus ALS yang melaju dari arah Lubuklinggau menuju Muratara diduga melebar ke jalur berlawanan hingga bertabrakan dengan truk tangki BBM yang datang dari arah sebaliknya.
Benturan keras memicu kebakaran hebat pada kendaraan tangki. Sopir dan sejumlah penumpang dilaporkan tewas di lokasi lantaran terjebak di dalam kendaraan yang terbakar.
Tim Disaster Victim Identification (DVI) dari Polda Sumsel terus melakukan proses identifikasi terhadap para korban. Kepala RS Bhayangkara Polda Sumsel, Budi Susanto, mengungkapkan jumlah korban meninggal kini bertambah menjadi 18 orang.
Penambahan jumlah korban diketahui setelah proses pemeriksaan lebih lanjut terhadap kantong jenazah yang sebelumnya ditemukan di lokasi kejadian. Tim DVI mendapati salah satu kantong ternyata berisi dua bagian tubuh berbeda.
Menurut Budi, potongan tubuh tambahan itu ditemukan dalam kondisi rusak parah dan berukuran kecil. Tim menduga bagian tubuh tersebut merupakan jenazah seorang anak balita berusia di bawah lima tahun.
Selain korban yang meninggal di lokasi kejadian, satu penumpang Bus ALS bernama Tahrul, warga Tegal, dilaporkan meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan di RSUD Rupit Muratara.
Dengan demikian, total korban jiwa dalam kecelakaan tersebut mencapai 18 orang. Sebanyak 17 korban dinyatakan meninggal di lokasi kejadian, termasuk temuan dua potongan tubuh dalam satu kantong jenazah.
Hingga kini, seluruh jenazah korban telah diperiksa oleh Tim DVI Polda Sumsel. Sebanyak 16 sampel DNA juga telah dikirim ke laboratorium Mabes Polri guna proses identifikasi lanjutan.
Pihak kepolisian memperkirakan hasil pemeriksaan DNA dapat diketahui paling cepat dalam lima hari hingga maksimal dua pekan.
Dari hasil identifikasi sementara, korban terdiri atas 13 laki-laki dewasa, 3 perempuan dewasa, dan 1 korban yang diduga balita.
Tim DVI juga masih melakukan pencocokan identitas korban karena ditemukan aksesori serupa pada dua jenazah berbeda. Salah satunya terkait kalung identik yang berdasarkan data ante mortem dikenakan korban laki-laki, namun pada dokumentasi lain justru terlihat digunakan korban perempuan.
Hingga saat ini, proses identifikasi masih terus berlangsung untuk memastikan seluruh identitas korban tragedi Bus ALS tersebut.