regional

Rawan Hadapi Bencana Tsunami, Masyarakat Pesisir Cilacap Dilatih Simulasi Tanggap Bencana

Minggu, 25 Februari 2024 | 17:13 WIB
Masyarakat di 3 kelurahan di Kabupaten Cilacap mengikuti pelatihan simulasi tanggap bencana tsunami oleh SBI dan BPBD Kabupaten Cilacap.

Cilacap, suarapembaruan.news – Sedikitnya 300 warga dari Kelurahan Tegalkamulyan Kecamatan Cilacap Selatan, Kelurahan Gumilir dan Mertasinga Kecamatan Cilacap Utara, mendapat pelatihan simulasi tanggap bencana.

Baca Juga: Destinasi Wisata Nasional Harus Siap Menghadapi Potensi Lonjakan 14 Juta Wisatawan di Tahun Ini

Pelatihan yang diinisiasi PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) Pabrik Cilacap yang merupakan anak usaha SIG, bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap, itu digelar Minggu (25/2).

"Sebagian masyarakat kita tinggal di dekat pantai laut selatan. Bencana gempa yang berpotensi menyebabkan tsunami harus diantisipasi dengan simulasi. Kami melatih dan memberikan edukasi kepada masyarakat tentang bagaimana melakukan evakuasi yang aman bagi keselamatan diri sendiri dan orang lain di sekitarnya," ungkap Community Relations Manager SBI, Dewi Hestyani.

Baca Juga: Festival Budaya Cap Go Meh Libatkan Berbagai Etnis di Makassar

Dewi menegaskan pentingnya kesigapan masyarakat dan semua pihak bila terjadi kondisi darurat seperti bencana alam gempa bumi dan tsunami.

Tokoh masyarakat sekaligus relawan, Indriani Budi (53), warga Kelurahan Tegalkamulyan menyampaikan harapannya agar masyarakat makin tanggap dan mampu melakukan evakuasi mandiri demi keselamatan.

"Simulasi ini telah dirancang dengan sebaik-baiknya, di mana perilaku masyarakat saat menghadapi bencana gempa bumi dan tsunami akan diarahkan oleh petugas dan bisa dijadikan acuan saat terjadi gempa bumi dan tsunami," kata Indriani Budi.

Baca Juga: Pelaksanaan PSU di Beberapa Wilayah di Papua Berjalan Aman dan Kondusif

Dalam simulasi ini, masyarakat dihadapkan dalam situasi darurat bencana gempa bumi dan tsunami. Masyarakat merasakan gempa bumi dan memperoleh peringatan dari pemerintah akan adanya potensi tsunami.

Dalam kondisi ini, masyarakat tampak panik, namun masih bisa melakukan evakuasi dan sudah diarahkan.

Mereka dengan sigap keluar dari rumah menuju ruang terbuka dan menuju ke arah area yang lebih aman, yakni menjauh dari pantai dan mencari tempat yang lebih tinggi dan aman.

Baca Juga: Tembus 7 Juta Penonton, Penonton AGAK LAEN gak sabar saksikan 4 aktor utama jadi Manusia Silver di Bundaran HI, Indra Jegel: Tunggu Tanggal Silvernya!

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cilacap, Bayu Prahara memberikan apresiasi kepada masyarakat yang telah berpartisipasi dalam simulasi ini.

Halaman:

Tags

Terkini

Kajati Resmikan Kantor Kajari Bengkulu Tengah

Kamis, 23 Januari 2025 | 17:20 WIB