regional

925,83 Ha Hutan dan Lahan di Jambi Hangus Terbakar

Senin, 2 Oktober 2023 | 13:24 WIB

Jambi, suarapembaruan.news – Tingginya spekulasi oknum – oknum perambah hutan dan petani melakukan pembakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Jambi selama musim kemarau tahun ini, membuat luas karhutla di provinsi tersebut benar-benar melonjak. Total luas areal hutan dan lahan yang hangus terbakar di Provinsi Jambi sejak Januari - hingga awal Oktober 2023 ini sudah mencapai 925,83 hektare (ha).

Luas karhutla tersebut meningkat 761,88 ha atau 465 % dibandingkan total luas karhutla di Provinsi Jambi tahun 2022 sekitar 163,95 ha. Sekitar 90 % kejadian karhutla terjadi selama puncak musim kemarau medio Juli – awal Oktober 2023.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan Provinsi Jambi yang juga Komandan Korem 042/Garuda Putih (Gapu) Jambi, Brigjen TNI Supriono di Jambi, Senin (2/10/2023) menjelaskan, berdasarkan hasil pemantauan Tim Terpadu Satgas Penanggulangan Karhutla Provinsi Jambi di Sembilan kabupaten di Provinsi Jambi, sebagian besar karhutla terindikasi ada unsur kesengajaan. Karhutla terjadi akibat para perambah hutan dan oknum-oknum warga sekitar hutan melakukan pembakaran secara sengaja untuk membersihkan dan membuka lahan perkebunan kelapa sawit.

“Sebanyak sembilan orang tersangka pelaku pembakaran hutan dan lahan tersebut kini ditangani Tim Penagakan Hukum (Gakkum) Polda Jambi. Seorang tersangka kini menjalani proses persidangan dan delapan tersangka menjalani penyidikan,”katanya.

Dijelaskan, penanganan kasus pembakar hutan dan lahan ini dilakukan di Polres Muarojambi sebanyak dua kasus, Tebo (dua kasus), Bungo, Batanghari, Sarolangun dan Tanjungjabung Barat masing-masing satu kasus.

Brigjen TNI Supriono menjelaskan, karhutla di Provinsi Jambi paling luas terjadi di Kabupaten Batanghari, yakni sekitar 452,04 ha. Kemudian luas karhutla di Kabupaten Sarolangun sekitar 185,67 ha, Tebo (102,70 ha) dan Tanjungjabung Barat (51,75 ha). Kemudian di Kabupaten Muarojambi (46,47 ha), Bungo (39,60 ha), Tanjungjabung Timur (35,80 ha), Merangin (24,05 ha) dan Kota Jambi (empat hektare).

“Dari sekitar 925,83 ha total karhutla di Provinsi Jambi, sekitar 208, 5 ha berada di kawasan hutan dan sekitar 733,58 ha berada di areal penggunaan lain, termasuk perkebunan kelapa sawit dan karet. Kemudian sekitar 129,93 ha karhutla berada di kawasan hutan dan lahan gambut, sedangkan sekitar 812,15 ha berada di kawasan lahan mineral,”katanya.

Dikatakan, luas karhutla di Provinsi Jambi diperkirakan masih bertambah menyusul masih terjadinya karhutla di Jambi hingga Senin (2/10/2023). Karhutla juga diperkirakan masih terjadi hingga sepekan mendatang jika hujan tidak turun. Kerawanan karhutla di Jambi masih sangat tinggi karena kemarau masih berlanjut dan kekeringan kawasan lahan dan hutan terus meningkat.

Menurut Brigjen TNI Supriono, seluruh Tim Terpadu Satgas Penanggulangan Karhutla di Provinsi Jambi masih siaga dan bergerak terus melakukan pemadaman karhutla. Mereka siaga di 59 pos komando (posko) di desa-desa rawan karhutla yang berada di enam kabupaten. Selain itu empat helikopter bantuan Badan Nasional Penanggulangan bencana (BNPB) di Jambi juga masih terus melakukan pemadaman karhutla melalui udara menggunakan water bombing (bom air).

Sementara itu, Gubernur Jambi, Dr H Al Haris, SSos, MH di Jambi, Senin (2/10/2023) mengatakan, pihaknya menghentikan kegiatan belajar mengajar (KBM) secara tatap muka di seluruh sekolah di Provinsi Jambi mulai Senin – Rabu (2 – 4/10/2023). Kebijakan itu diambil menyusul terus menurunnya kualitas udara akibat asap tebal karhutla yang menyelimuti Kota Jambi dan beberapa kabupaten di Provinsi Jambi.

Dijelaskan, berdasarkan pantauan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jambi, kualitas udara di Kota Jambi dan beberapa kabupaten di Jambi hingga Senin (2/10/2023) masih dalam kondisi tidak sehat. Hal itu ditandai dengan tingginya indeks standar pencemaran udara (ISPU).

“ISPU di Kota Jambi Senin sore ini masih mencapai 125 pm atau masuk kategori tidak sehat. Kondisi terebut sudah berlangsung hampir dua pekan ini. Karena itu warga masyarakat Jambi yang melakukan aktivitas di luar rumah kami harapkan tetap menggunakan masker,”katanya.

Tambahan Anggaran

Menyikapi masih terus terjadinya karhutla dan makin tebalnya asap di Jambi, Ketua DPRD Provinsi Jambi, H Edi Purwanto di Jambi, Senin (2/10/2023) mengatakan, pihaknya siap menambah anggaran percepatan penanggulangan karhutla dan asap melalui anggaran biaya tak terduga.

“Penambahan anggaran penanggulangan karhutla ini kemungkinan perlu karena kemarau masih terus berlanjut hingga awal Oktober ini. Kemarau panjang tersbeut membuat karhutla juga masih terus terjadi, sehingga asap pun semakin tebal menyelimuti Kota Jambi dan beberapa kabuypaten,”katanya.

Dikatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi perlu meningkatkan kerja sama dengan seluruh pihak untuk mencegah dan menanggulangi karhutla. Antisipasi peningkatan karhutla perlu ditingkatkan menghindari dampak yang lebih besar akibat karhutla dan asap. Bencana karhutla dan asap tidak hanya menyebabkan kerugian ekonomi, tetapi menimbulkan gangguan kesehatan masyarakat.

"Kami meminta Pemprov Jambi melakukan koordinasi secara masif dengan semua sektor atau pihak terkait mengatasi karhutla ini. Kami juga terus mendorong agar pengendalian karhutla mendapatkan prioritas. Semua pihak harus fokus mengatasi karhutla dan asap yang semakin meningkat,”katanya. (SP.news/Rds).

Terkini

Kajati Resmikan Kantor Kajari Bengkulu Tengah

Kamis, 23 Januari 2025 | 17:20 WIB