regional

Produksi Susu Meningkat, Meskipun Penyakit Mulut Kuku Belum Pulih 100 Persen

Senin, 2 Oktober 2023 | 06:43 WIB
Petugas vaksin tengah melakukan vaksinasi sapi perah di lokasi Pembesaran Pedet Koperasi SAE, Pujon, Kabupaten Malang (SPnews-Teguh LR)

Batu, suarapembaruan.news – Peternak sapi perah di Pujon, Kabupaten Malang Jawa Timur, semakin bersemangat, setelah produksi susu murni kembali meningkat, meskipun penyakit mulut dan kuku (PMK) belum pulih seratus persen.
Di Jawa Timur, wabah ini muncul pada April 2022, terutama menyerang ternak berkuku belah, seperti sapi, kerbau, kambing, di wilayah Kabupaten Gresik, Lamongan, Sidoarjo, Mojokerto, kemudian menyebar ke berbagai daerah di Jatim, termasuk Kota Batu dan Kabupaten Malang.

Penyakut mulut dan kuku, merupakan penyakit yang ditakuti para peternak, tidak terkecuali peternak sapi perah yang tergabung dalam Koperasi Sinau Andadani Ekonomi (SAE), Pujon, Kabupaten Malang.
Sedemikian ganasnya wabah ini, dengan cepat menyerang ternak. Hewan yang terdampak PMK memiliki ciri-ciri lapisan kulit dalam mulut dan lidahnya melepuh, ke luar air liur berlebihan serta mengalami luka pada kuku bahkan kukunya terlepas.
Hewan dengan ciri-ciri itu, banyak terlihat di kandang sapi perah, milik anggota Koperasi SAE di Pujon.

Sebanyak 9.500 peternak yang tergabung dalam koperasi tersebut, sedih, melihat sapi perah peliharaannya terserang PMK.
Untuk mencegah agar PMK, tidak menjangkiti 21 ribu ekor sapi perah milik anggota Koperasi SAE, secara gotong royong, peternak menjalankan Surat Edaran Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, Nomor 6359/2022 tanggal 31 Mei 2022.

-
Sapi perah ini menunggu giliran untuk divaksin. (SPnews-Teguh LR)

Tindakan pengendalian berdasarkan surat edaran tersebut diantaranya, isolasi ternak berbasis kandang, pengobatan ternak sakit berbasis simptomatis (antibiotika, analgesik, antipiretik dan vitamin), desinfeksi kandang dan lingkungan, pemotongan bersyarat serta vaksinasi PMK.

Pemangku kepentingan berusaha keras memberantas PMK, karena banyak yang menggantungkan sumber penghasilannya dari sektor peternakan ini.

Turun Drastis
Munculnya wabah PMK menyebabkan produksi susu murni peternak yang tergabung dalam Koperasi SAE, turun drastis.

Sebelum wabah PMK, produksi susu murni, mencapai 120 ton per hari. Kemudian turun menjadi 60 ton per hari, ketika ganasnya virus menyerang peternakan sapi perah itu.

Kini produksinya mulai membaik. Data terbaru di Kopersi SAE, per 30 September 2023, mencapai rata-rata 90 ton susu murni setiap hari, meskipun wabah ini belum seratus persen pulih.

Menurunnya produktivitas susu murni, menurut Sekretaris Koperasi SAE, Nur Kayin, menyebabkan Koperasi SAE, menderita kerugian Rp 3 miliar. Dari 21 ribu ekor sapi perah milik peternak anggota koperasi, sebanyak 5.400 ekor diantaranya, terpapar PMK.

Upaya yang dilakukan agar kualitas sapi dan susu perahnya meningkat, dilakukan pemberian vitamin, termasuk vitamin C, untuk meningkatkan daya tahan tubuh sapi dan perbaikan pakan.

Perbaikan pakan untuk percepatan pemulihan, menurut Kepala Dinas Peternakan Jawa Timur, Dr Ir Indyah Aryani, MM, Pemprov Jatim, berupa pemberian kompensasi terhadap kematian ternak dan pemotongan bersyarat akibat sakit PMK di Jatim, sebanyak 3.429 ekor sapi dan 35 ekor kambing, senilai Rp 32,9 miliar lebih.

Bantuan lainnya berupa 3.622 ton pakan ternak (konsentrat) untuk sapi perah terdampak PMK dan pemberian program inseminasi buatan bagi 1,9 juta akseptor.
Ia, menambahkan, upaya pemulihan dari dampak PMK, membutuhkan waktu, mengingat ganasnya wabah dan besarnya jumlah ternak di Jatim.

Khusus sapi perah, mereka sempat terinfeksi, kemudian diobati dan sembuh. Tetapi sapi perah itu putingnya terluka. Karena merasa sakit, maka tidak mau diperah.

Tentang target pulih, Indyah Aryani, berharap cepat, setidaknya Tahun 2024. Itupun butuh tambahan betina-betina harus bunting, karena laktasi ini dari sapi yang beranak. “Maka inseminasi buatan (IB) kita push, agar ada laktasi untuk menambah produksi susu kita," ujarnya.
Sampai saat ini terus dilakukan vaksinasi satu sampai empat. Yang harus dijaga, adalah badannya harus tetap fit.Sebelumnya, untuk membuka matanya saja susah. Sekarang kondisinya sudah mulai segar.

Industri Pengolahan
Susu murni hasil perahan anggota Koperasi SAE, 90 persen dipasok ke tiga perusahaan pengolah susu ternama di Indonesia.

Menurunnya produktivitas susu murni, tidak mengurangi kemitraan Koperasi SAE, dengan pabrik pengolahan susu, yang telah dijalankan bertahun-tahun. Industri pengolahan tadi, mengolah susu murni menjadi susu segar siap minum, susu kental manis dan susu bubuk.

Melalui Koperasi SAE, 90 persen susu murni yang dihasilkan dipasok ke industri pengolahan, yang menjadi mitra bisnisnya. Sedangkan 10 persen lainnya diolah sendiri, menjadi susu gelas dan sejenisnya. Para peternak berharap, agar wabah PMK segera berakhir, agar kesejahteraan peternak segera pulih seperti sediakala. (SPnews/Teguh LR)

Terkini

Kajati Resmikan Kantor Kajari Bengkulu Tengah

Kamis, 23 Januari 2025 | 17:20 WIB