regional

Bangun Stadion Nanti, Tanam Pisang Dulu

Sabtu, 30 September 2023 | 07:43 WIB

Makassar.suarapembaruan.news- Harapan dan aspirasi suporter dan tim klub 'Juku Eja' PSM kepada Pj Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Bahtiar, untuk memberikan perhatian terhadap kelanjutan pembangunan Stadion Mattoanging, Makassar, gagal lagi. Pj gubernur lebih fokus mengajukan anggaran untuk gerakan gemar menanam pisang.

Berulang kali supporter PSM Makassar, melakukan unjukrasa, menuntut pemerintah segera membangun kembali Stadion Mattoanging Gelora Andi Matalatta. Mereka bahkan pernah menerobos Kantor Gubernur Sulsel Desember 2022 dan melakukan perusakan sebagai aksi lanjutan dari aksi-aksi sebelumnya.

Kondisi lokasi Stadion Mattonging, markas tim 'Tim Juku Eja' setelah dibongkar kini menjadi kubangan akibat bekas galian alat berat dan telah menelan 4 korban jiwa anak-anak yang tenggelam di kubangan itu, sedangka  di depan pagar stadion telah dipenuhi lapak dan tenda-tenda pedagang kaki lima.

Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman berjanji akan memberi perhatian untuk membangun kembali Stadion Mattoangin pasca dibumiratakannya stadion itu oleh Gubernur sebelumnya, Nurdin Abdullah, Oktober 2020 untuk kepentingan pembangunan kembali. Namun, hingga masa jabatan Andi Sudirman berakhir 5  September 2023, rencana itu tidak perah terwujud.

Muatan Politis

Sumber di Kantor Gubernur Sulsel menjelaskan bahwa tertundanya pembangunan kembali Stadion Mattoanging itu lantaran adanya gugatan perdata terhadap lokasi stadion yang masih berproses di Pengadilan.

Alasan itu dibantah, kegagalan pembangunan Stadion  Mattoaging sarat dengan muatan politis dan sama sekali tidak tampak adanya keseriusan atau kepedulian gubernur.

"Kegagalan ini sarat dengan muatan politis, ada kebiasaan di Sulsel bagi gubernur yang menjabat, enggan melanjutkan program gubernur sebelumnya, masing-masing mau membuat program baru untuk prasasti kekuasaan. Padahal, semua pakai uang rakyat yang harusnya mengutamakan kebutuhan masyarakat," ujar Rusman Madjulekka, pengamat Kebijakan Publik, Sabtu (30/9/2023).

Andi Sudirman yang akan bertarung kembali dalam pemilihan Gubernur Sulsel 2024 mendatang berjanji memprioritaskan pembangunan Stadion Mattoanging jika terpilih kembali.

"Pak Andi Sudirman sangat sedih dengan masalah stadion bersejarah itu, beliau berjanji akan memfokuskan pembangunan kembali Stadion Mattoangin sesuai perencanaan yang ada, jika ia terpilih kembali," jelas Abbas Manganro, koordinator Jarre'na, tim pemenangan Andi Sudirman.

Gerakan Tanam Pisang

Harapan para supporter tertuju pada pengganti Sudirman, Pj Gubernur Sulsel, Bahtiar Bahruddin. Akan tetapi putra Bone kelahiran 16 Januari 1973 itu lebih memilih menganggarkan program penanaman pisang dari pada membiayai stadion.

Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sulsel  Perubahan 2023 sebesar Rp10,13 triliun lebih, tak ada penyisihan anggaran untuk pembangunan stadion. Bahtiar lebih memilih fokus pada program prioritas untuk gerakan gemar menanam pisang dengan menyiapkan anggaran Rp 30 miliar tahap awal, bersumber dari APBD-Perubahan 2023.

Kabarnya pendataan lahan baru akan dilakukan dan menyiapkan  penyuluh untuk di terjunkan. Dalam jangka panjang program ini akan melalui laboratorium kultur jaringan yang dapat memproduksi bibit sendiri.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan menargetkan menanam hingga 200 juta pohon pisang di lahan seluas 100.000 hektare dalam waktu setahun ke depan.

Penjabat Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin menyebut program ini mendorong ketahanan pangan melalui budidaya pisang. Jika dalam satu hektare terdiri dari 1.500-2.000 pohon pisang maka untuk 200 juta pohon memerlukan 100.000 hektare lahan dan bibitnya disediakan oleh Pemprov Sulsel.

Program tersebut kerjasama dengan Great Giant Food (GGF) dalam pendampingan, pemasaran terutama dalam merubah mindset para petani dari petani tradisional ke modern.

Gerakan ini didukung DPRD Sulsel, Wakil Ketua DPRD Syaharuddin Alrif menilai dua hal penting dari program Pj gubernur ini,  yaitu mengubah cara menanam pisang dari pola tradisional menjadi modern, serta mengubah fokus dari konsumsi menjadi industri.(SP.news/MK Said)

Terkini

Kajati Resmikan Kantor Kajari Bengkulu Tengah

Kamis, 23 Januari 2025 | 17:20 WIB