GOWA. Suarapembaruan.news - Kawasan hutan Pinus (Pinus merkusii) di Malino, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Kamis (28/9/2023) terbakar.
Kapolsek Tinggimoncong, Iptu Anwar mengatakan, kebakaran itu diperkirakan terjadi mulai pukul 11.30 wita, luas lahan yang terbakar di kawasan itu diperkirakan sudah mencapai ratusan hektare dan mengancam kebun serta rumah-rumah warga.
Pihaknya bersama tim pemadam kebakaran Pemda Gowa, sampai saat ini masih berusaha melakukan pemadaman agar tidak merembes ke lahan perkebunan dan pemukiman warga.
"Belum ditahu sumber apinya dari mana, kebakaran dimusim kemarau ini menjalar cepat karena banyaknya serasah atau semak belukar kering ditambah kencangnya hembusan angin," katanya.
Sejumlah mobil unit pemadam kebakaran Gowa sudah dikerahkan ke lokasi untuk memadamkan api yang terus berkobar.
Tampak warga bersama personil gabungan TNI-POLRI dan Dinas Pemadam Kebakaran Pemda Gowa, berusaha memadamkan api yang kian dekat ke pemukiman warga untuk mencegah api menjalar.
Besarnya kobaran api yang melanda kawasan hutan pinus Malino ini membuat petugas kewalahan memadamkan api. Pengendara yang akan melintasi kawasan wisata tersebut, juga tampak panik karena gepulan asap dan kobaran api kian mendekati jalan raya.
KOTA SEJARAH
Malino adalah kota bersejarah, disinilah diselenggarakan Konfrensi Malino tahun 1947, antara Indonesia dan Belanda, membahas soal kedaulatan dan kekuasaan Pemerintah Republik Indonesia.
Daerah yang terletak 64 km dari Kota Makassar ke arah timur laut ini merupakan salah satu objek wisata alam yang mempunyai daya tarik luar biasa.
Hutan pinus ini termasuk destinasi wisata yang selalu ramai pengunjung setiap harinya. Tak jauh dari lokasi hutan yang tebakar itu juga terdapat lokasi latihan TNI, lapangan tembak.
Kawasan Hutan Pinus salah satu andalan wisata Kabupaten Gowa, pemandangan hamparan pohon pinus yang luas dan hijau dengan udara sejuk merupakan keunggulan kawasan wisata ini.
Tidak heran jika wisatawan selalu ramai dan menjadi agenda kunjungan wisatawan, mereka berkeliling sambil berkuda atau melihat-lihat kebun strawberry yang berada di sekitar Kawasan Hutan Pinus, kebun teh dan berbagai kegiatan yang dapat dilakukan pengunjung.
Akibat kebakaran yang melanda kawasan tersebut, sebagian warga Malino yang berada dekat lokasi kebakaran mengungsi, belum diketahui kerugian yang dialami akibat kebakaran itu. Dan pemantauan aparat keamanan hingga Kamis sore belum menerima adanya laporan warga yang menjadi korban musibah tersebut. (SP.news/M Kiblat Said)