Lumajang, suarapembaruan.news - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan pasokan listrik hunian penyintas erupsi Gunung Semeru di Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, Lumajang, Senin (27/6/2022).
Di rumah hunian tetap itu, Khofifah langsung mengecek sambungan listrik rumah-rumah warga. Selain memastikan pasokan listrik aman, Gubernur Khofifah juga memastikan aliran air bersih di setiap rumah, lancar dan aman.
“Hal ini penting karena listrik dan air merupakan kebutuhan primer setiap rumah tangga,” ujar Khofifah. Pada bagian lain Khofifah mengapresiasi kerja PLN yang relatif sangat cepat menyediakan pasokan listrik. Karenanya Khofifah berharap tersalurnya listrik ke hunian, bisa dijadikan modal bagi penyintas untuk bangkit beraktivitas memulihkan ekonomi mereka.
"Terima kasih PLN seluruh unit yang ada sudah terakses elektrifikas. Saya lihat yang ada di hunian ini sudah mulai melakukan aktivitas ekonomi,” ujar Khofifah.
Sementara itu, General Manager PLN Jawa Timur Lasiran mengatakan, setiap rumah di hunian tetap mempunyai daya sebesar 900 VA yang tersambung dengan layanan prabayar. “Rencananya, PLN juga akan terus memasok kebutuhan listrik untuk fasilitas umum untuk sekolah, masjid, maupun sarana olahraga. Bagi warga yang belum pindah, silahkan untuk mulai memasuki hunian ini karena infrastrukturnya sudah siap," pungkas Lasiran. PT PLN (Persero) menyambungkan listrik untuk 1.951 rumah penyintas erupsi Gunung Semeru di Desa Sumbermujur, Candipuro, Lumajang, Jawa Timur. Aliran listrik ini diharapkan dapat menambah kenyamanan tempat tinggal masyarakat di lokasi tersebut.
Peresmian penyalaan sambungan listrik itu ditandai dengan penyalaan di salah satu rumah penyintas oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa beserta Bupati Lumajang, Thoriqul Haq bersama General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jawa Timur (UID Jatim), Lasiran, Senin (27/6/2022).
Lasiran mengatakan, untuk menyalurkan listrik ke 1.951 hunian warga yang disuplai dari penyulang Pronojiwo, PLN membangun jaringan listrik dengan menambahan 79 tiang tegangan menengah (TM). Selain itu, pihaknya juga memasang 133 tiang tegangan rendah (TR), 3.158 kilometer sirkuit (kms) jaringan saluran udara tegangan menengah (SUTM), jaringan saluran udara tegangan rendah (SUTR) sepanjang 6,447 kms serta 7 unit gardu distribusi. "Alhamdulillah pada 20 Juni 2022 kami telah menyalakan total 1.951 pelanggan. Semoga dengan listrik ini menambah kenyamanan seluruh warga terdampak erupsi Gunung Semeru yang mulai menempati Huntara dan Huntap ini,” kata Lasiran.
Menurut Lasiran, untuk membangun jaringan tersebut PLN mengeluarkan dana investasi sebesar Rp 4,8 miliar, sementara sambungan listrik tahap 1 untuk 250 pelanggan yakni sebesar Rp 276 juta dan sisanya pada tahap 2 sebesar Rp 1,7 miliar untuk 1.701 pelanggan yang telah 100 persen tersambung pada 20 Juni 2022. “Pada April lalu pembangunan jaringan sudah selesai dan sudah tersalurkan ke 250 pelanggan, untuk tahap ke-2 kami telah menyambung ke 1.701 pelanggan sisanya,” terang Lasiran.
Selain penyambungan listrik, sebelumnya PLN pun telah menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada Pihaknya juga menyuplai fly ash bottom ash (FABA) untuk pembuatan akses jalan di pemukiman. Informasinya, faba adalah abu sisa pembakaran batu bara dari pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi bentuk kepedulian PLN meringankan beban penyintas Semeru. Terima kasih rekan-rekan PLN atas sinergi dan kepeduliannya," terang Khofifah sambil berharap dengan ditandai penyalaan listrik di Huntara Huntap ini, dapat semakin melengkapi kebahagiaan warga terdampak Erupsi Gunung Semeru agar kembali pulih dan bangkit. Senada, Bupati Lumajang, Thoriqul Haq pun menyatakan apresiasi setinggi-tingginya kepada PLN. (SPnews/Aries Sudiono)