Surabaya, suarapembaruan.news - Kasus kecelakaan bus maut di ruas jalan Tol Surabaya-Mojokerto (Sumo), KM 712.400/A, yang merenggut nyawa 15 orang dan belasan lainnya luka-luka, rombongan penumpang warga Benowo, Pakal, Surabaya, memastikan sopir bus PO Ardiansyah S-7322-UW, Ade Firmansyah (29) sebagai tersangka.
Sangat mungkin tersangka bakal bertambah mengingat proses penyidikan dan penyelidikan yang dilakukan tim Unit gabungan Kecelakaan Satlantas Polres Mojokerto Kota dan Ditlantas Polda Jatim masih terus bergulir.
Paling tidak kini, penyidik sudah memeriksa sedikitnya sembilan orang saksi terdiri dari pihak operator bus yakni sopir utama dan cadangan, serta saksi mata penumpang yang selamat dan tak terkecuali saksi ahli.
“Dari hasil pemeriksaan awal, Ade Firmansyah asal Surabaya itu ternyata tidak memiliki Surat Ijin Mengemudi (SIM) B2 Umum sebagaimana ditentukan.
Yang lebih mengejutkan lagi, sopir ‘cadangan’ itu juga mengkosumsi narkoba jenis sabu-sabu. Ini terus kita dalami,”ujar Wakil Direktur Ditlantas Polda Jatim, AKBP Didit Bambang Wibowo, di Mapolda Jatim, Jumat (20/5/2022).
Ia membenarkan,dalam waktu dekat penyidik bakal mengagendakan pemeriksaan terhadap pemilik bus atau perusahaan otobus (PO) Ardiansyah yang saat peristiwa kecelakaan maut itu terjadi mengangkut 32 orang penumpang rombongan warga Pakal Surabaya itu.
"Manejemen PO belum kita periksa. Secepatnya. Kita lihat perkembangan hasil penyelidikan, karena masih ada yang lain yang diperiksa. Kami tunggu infonya dari Polres Mojokerto Kota,” ungkap Kasubdit Gakkum Ditlantas Jatim, AKBP Gathut Bowo Supriyono.
Dibenarkan menurut keterangan sementara, Ade Firmansyah, merupakan sopir pengganti atau cadangan dari sopir utama bus tersebut yang bernama Ahmad Ari, warga asal Gadeng Watu, Menganti, Gresik. Dari keterangan mereka diketahui,pergantian awak sopir tersebut, ternyata dilakukan saat berada di Rest Area Saradan Madiun KM 626.
“Artinya, sopir cadangan tersebut hanya mengemudi sejauh 86 KM sebelum akhirnya menghantam tiang papan reklame di bahu kiri jalan Tol Surabaya-Mojokerto, KM 712.400. Mengenai keabsahan Ade atas tugasnya sebagai sopir cadangan, mengingat dirinya diketahui tidak mengantongi Surat Izin Mengemudi (SIM)yang dipersyaratkan, kini sedang didalami.
Menurut Gathut, sejak melakukan perjalanan mengantar rombongan berisi 32 orang Pakal, Surabaya ke destinasi Wisata Dieng, Wonosobo, Jateng, pada Sabtu (14/5), Ade hanya diminta oleh Ahmad Ari yang mengetahui Ade juga warga sebagai pendamping, bukan sopir cadangan. Kemudian, perihal berapa lama keduanya bekerjasama sebagai operator bus tersebut, sebelum insiden nahas itu terjadi. Gathut mengaku, masih mendalaminya.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, insiden kecelakaan tunggal itu terjadi, Senin (16/5/2022) sekitar pukul 06.15 WIB. Bus tersebut mengangkut 32 orang penumpang warga Benowo, Pakal, Surabaya, yang bertamasya ke destinasi wisata Dieng, Wonosobo, Jateng, dengan jadwal keberangkatan pada Sabtu (14/5).
Susai merampungkan agenda wisata tersebut, rombongan bus tersebut kemudian melakukan perjalanan pulang pada Minggu (15/5/2022) malam yang sebelumnya mampir dulu ke Malioboro, Yogyakarta. Rombongan melanjutkan perjalanan via tol dan sempat berhenti di Rest Area Tol Saradan-Madiun, KM 626/A, sopir bus berganti dan kemudian melanjutkan perjalanan kembali pulang ke Surabaya. Namun naas, setiba di KM 712.400, bus sempat oleng dan menghantam tiang penyangga papan reklame di bahu kiri jalan.
Saat peristiwa itu terjadi, ada 13 orang penumpang dikabarkan tewas di tempat kejadian perkara (TKP).
Sedangkan dua orang penumpang yang mengalami luka berat meninggal saat dalam perawatan di RS. Korban tewas dan luka berat dievakuasi ke lima RS terdekat yang tersebar di Kabupaten Sidoarjo, Gresik, Mojokerto dan Kota Mojokerto.
Mulai dari RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo, RS Emma Mojokerto, RSI Sakinah Mojokerto, RS Petrokimia Gresik, RS Gatoel Mojokerto, dan RS Citra Medika Sidoarjo.
Korban tewas bertambah setelah tiga hari perawatan, yakni pada Kamis (19/5/2022).
Diketahui korban laki-laki berjumlah 6 orang, diantaranya 2 anak-anak, dan 4 orang dewasa. Korban berjenis kelamin perempuan, berjumlah 9 orang berusia dewasa.
Berikut data korban meninggal dunia (MD) berjumlah 15 orang, yang dievakuasi di RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo, sebelum diserahkan ke pihak keluarga:
1) Titis Hermi Yuni (42). Alamat Jalan Benowo Gang 2 No 11 (MD)
2) Ainur Rofiq (34). Alamat Jalan Benowo Gang 3 No 29 (MD)
3) Dedy Purnomo (48). Alamat Jalan Benowo (MD)
4) Diany Asterelia (40). Alamat Jalan Kauman Mo. 25 RT 03 RW 02 Kel. Benowo Kec. Pakal Surabaya (MD). 5) Nita Ning Agustin (34). Alamat Jalan Benowo RT 02, RW 02, Desa Benowo, Pakal, Surabaya. (MD)
6) Gibran, Laki-laki 7 th (MD)
7) Andika Pratama (48). Alamat Jalan Benowo RT 02, RW 02, Desa Benowo, Pakal, Surabaya. (MD)
8) Asminah (64). Alamat Jalan Benowo Gang 3 RT 01, RW 02, Pakal, Surabaya (MD)
9) Fita Sari (36). Alamat Jalan Benowo No 26, Gang 3, RT 01, RW 02, Pakal Surabaya (MD)
10) Suprayito (48). Alamat Jalan Benowo 02 No 11, RT 01, RW 02, Benowo, Pakal, Surabaya (MD)
11) Cholifah. Alamat warga Kelurahan Benowo, Pakal, Surabaya (MD)
12) Maftukah (51). Alamat warga Kelurahan Benowo, Pakal, Surabaya (MD)
13) Steven Arthur A (10) (MD). 14) Stevani Grasio (14) (MD)
15) Nazwa Dwi Yuniati (13) (MD)
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Dirmanto menambahkan Sabtu (21/4/2022) bahwa hingga kini sedikitnya sudah ada sembilan orang saksi yang telah diperiksa. Saksi itu di antaranya, tiga saksi ahli, dua operator bus; sopir utama dan cadangan. Kemudian, empat orang saksi dari penumpang selamat yang masih memungkinkan dimintai keterangan. Hal itu menyusul telah dikeluarkannya Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) terhadap Ade Firmansyah yang kemudian status hukumnya yang semula sebagai saksi menjadi tersangka, kepada pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU), pada Kamis (19/5/2022) lalu.
"Ada 9 saksi diperiksa. SPDP telah diterbitkan kemarin pascagelar perkara yang dilakukan di Polres Mojokerto Kota,” ujarnya. Dalam waktu dekat, pihak PO Ardiansyah, dikabarkan bakal diperiksa oleh penyidik Unit Kecelakaan Satlantas Porles Mojokerto Kota, terkait kelaikan bus dan status Ade Firmandyahyang disebut-sebut sebagaisopir pengganti atau cadangan dari sopir utama bus tersebut yang bernama Ahmad Ari.
Pergantian awak sopir tersebut, ternyata dilakukan saat berada di Rest Area Saradan Madiun KM 626. Sebelum akhirnya menghantam tiang papan reklame di bahu kiri jalan Tol Surabaya-Mojokerto, KM 712.400. (SPnews/Aries Sudiono)