Jambi, suarapembaruan.news – Warga masyarakat Desa Rantau Panjang, Kecamatan Tabir, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi hingga kini masih melestarikan tradisi “Bantai Adat” setiap menyambut bulan suci Ramadan (Puasa).
Tradisi Bantai Adat tersebut ditandai dengan pemotongan ternak kerbau secara massal atau dalam jumlah banyak. Sebagian daging kerbau tersebut dijual secara murah kepada warga dan sebagian lagi diberikan kepada warga yang kurang mampu sebagai bekal memasuki Ramadan.
Selama dua tahun terakhir, tradisi Bantai Adat di Merangin tersebut terhenti akibat pembatasan kegiatan masyarakat selama pandemi Covid-19. Tradisi yang merupakan kearifan lokal untuk saling tolong – menolong tersebut digelar kembali menyusul kebijakan relaksasi (kelonggaran) berkegiatan selama Ramadan yang diberlakukan pemerintah.
Tradisi Bantai Adat warga masyarakat Merangin menyambut Ramadan 1443 Hijriyah (H) kali ini dilaksanakan di Dusun baru, Desa Rantau Panjang, Kecamatan Tabir, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi, Selasa (29/3/2022). Berbeda dengan pelaksanaan tradisi Bantai Adat tahun-tahun sebelumnya, tradisi Bantai Adat di daerah itu tahun ini dilaksanakan dengan meriah menjadi sebuah paket wisata.
Tradisi Bantai Adat yang dihadiri mantan Bupati Merangin, Dr H Al Haris, SSos, MH yang kini menjabat Gubernur Jambi tersebut digelar dengan nuansa rekreatif atau menghibur. Pelaksanaan tradisi Bantai Adat didahului dengan pawai Ta'ruf seperti pada pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ).
Setelah itu dilanjutkan dengan gelar Sedekah Bumi, yakni makan bersama satu kampung dengan seluruh tamu undangan di rumah tua Rantau Panjang. Lalu dilanjutkan dengan pembukaan Bantai Adat atau memotong kerbau secara massal. Pada pelaksanaan tradisi Bantai Adat tersebut digelar juga pameran produk kerajinan daerah Merangin.
Paket Wisata
Haris mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi akan mengangkat tradisi Bantai Adat menjadi event (paket) wisata tahunan di tingkat Provinsi Jambi. Selanjutnya tradisi tersebut diupayakan menjadi paket wisata berskala nasional.
“Warga masyarakat Rantau Panjang, Merangin sangat menghormati nilai-nilai adat sekaligus mengamalkan nilai-nilai agama di tengah-tengah masyarakat. Tradisi Bantai Adat ini menggabungkan kedua unsur budaya dan agama tersebut. Jadi kolaborasi budaya dan agama yang menyatu secara harmonis ini layak dijadikan paket wisata di Merangin,”ujarnya.
Menurut Al Haris, tradisi Bantai Adat merupakan tradisi turun temurun masyarakat Merangin yang sarat makna dan nilai-nilai luhur untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadan. Tradisi menyambut bulan suci Ramadan tersebut merupakan kearifan lokal masyarakat Merangin. Tradisi tersebut bermakna penting meningkatkan dan merekatkan kebersamaan, silaturahmi, dan solidaritas sosial masyarakat.
“Saya mengharapkan tradisi ini terus dijaga dan dilestarikan sebagai bagian dari kekayaan budaya dan tradisi Provinsi Jambi. Tradisi ini juga menjadi momentum membangkitkan semangat dan kekuatan kolektif sehingga terbangun sinergitas antara berbagai elemen masyarakat. Hal itu penting membangkitkan sektor pariwisata dan juga perekonomian masyarakat dan daerah Provinsi Jambi,”katanya.
Al Haris mengatakan, sesuai dengan arahan Presiden RI, Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) merupakan salah satu langkah pemerintah yang menggabungkan masyarakat, pemerintah dan pihak terkait untuk bergerak bersama memulihkan kondisi ekonomi nasional dan daerah pasca pandemi.
Gernas BBI menjadi upaya untuk mendorong dan meningkatkan kecintaan terhadap produk lokal, dengan mendorong masyarakat membeli produk lokal, dalam rangka mendukung perkembangan dan kemajuan industri UMKM dan ekonomi kreatif yang muaranya adalah pulih dan bangkitnya perekonomian daerah dan nasional.
Sementara itu, Bupati Merangin, H Mashuri pada kesempatan tersebut mengatakan, tradisi Bantai Adat merupakan suatu bentuk interaksi antara sesama masyarakat dalam menumbuhkan rasa gotong - royong yang merupakan warisan dan tradisi dari masyarakat Kabupaten Merangin sampai saat ini.
Pemkab Merangin terus mendorong untuk menjadikan momen-momen seperti ini sebagai tujuan wisata. Dengan demikian desa – desa di Kabupaten Merangin menjadi lebih terkenal dan lebih maju karena Bantai Adat ini adalah kegiatan tradisional di Provinsi Jambi ini yang hanya ada di Desa Rantau Panjang. (SPnews/Radesman Saragih)