Bengkulu, suarapembaruan.news - Provinsi Bengkulu kembali mendapatkan panambahan alokasi kuota Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Pemerintah Pusat, yang akan disalurkan melalui Bank Himbara (Himpunan Bank Milik Negara) kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menegah (UMKM) di daerah ini.
Hal ini dilakukan pemerintah untuk mendongkrak kinerja pelaku UMKM di seluruh Indonesia, termasuk di Provinsi Bengkulu. Untuk itu, Pemprov Bengkulu, memasitkan bahwa alokasi KUR harus dapat dirasakan oleh semua pelaku usaha, baik UMKM, Industri Kecil juga Pedagang Pasar di Provinsi Bengkulu.
"Sampai sekarang para pedagang pasar tradisional di Bengkulu, masih banyak menggunakan fasilitas koperasi simpan pinjam yang bunganya cukup tinggi. Kalau ini bisa kita pangkas akan meningkatkan kesejahteraan UKM dan bisa tumbuh lebih baik," kata Gubernur Rohidin, saat memberikan arahan pada pelaku UMKM dan pedagang pasar terkait fasilitasi pembiayaan yang disiapkan Perbankan melalui dana KUR/UMI, di Bengkulu, Kamis (27/01/2022).
Gubernur Bengkulu menginginkan semua UMKM dan pedagang pasar dapat menikmati fasilitas KUR ini. Dia pun meminta dinas terkait untuk melakukan sosialisasi maupun edukasi kepada pelaku UMKM yang ada di kabupaten dan kota di Provinsi Bengkulu.
"Saya minta dengan Dinas Perindag dan Dinas Kopersi UMKM Provinsi Bengkulu, untuk mem-breakdown program ini sampai kabupaten dan kota, memastikan para pelaku usaha kecil menengah mikro, industri kecil menengah, kemudian koperasi termasuk para pedagang pasar mendapatkan program ini," tambahnya.
Berdasarkan data nasional pada tahun 2022, pemerintah pusat menetapkan plafon KUR sebesar Rp 373,17 triliun atau meningkat sebesar 30,9 persen dibanding tahun lalu hanya sebesar Rp 285 triliun. (SPnews/Usmin)