Sidoarjo, suarapembaruan.news - Bencana alam angin puting beliung menghajar di beberapa desa di Kabupaten Sidoarjo, Jatim, Jumat (31/12/2021) sore. Puluhan rumah rusak parah tersapu angin kencang yang datang bersamaan hujan deras.
Selain memporak-porandakan sedikitnya 14 unit bangunan dan sejumlah mobil milik warga Desa Lajuk, Kecamatan Porong, Sidoarjo, dua hari sebelumnya, tepatnya, Selasa (28/12/2021) sore, sebanyak enam desa di antaranya Desa Tambakrejo, Desa Medaeng, dan Desa Pepelegi di Kecamatan Waru; Desa Wage di Kecamatan Taman; Desa Grinting di Kecamatan Tulangan, dan Desa Sedati Gedhe di Kecamatan Sedati, juga mengalami kerusakan berat akibat diamuk puting beliung.
“Bencana alam puting beliung dalam pekan itu ada dua kasus. Pertama di enam desa di empat kecamatan dan kemudian disusul satu desa yakni Desa Lajuk, Kecamatan Porong. Data sementara yang berhasil dihimpun tim BPBD di lokasi kejadian, sedikitnya ada 14 rumah warga yang mengalami kerusakan akibat tersapu angin kencang, ujar Kepala BPBD Kabupaten Sidoarjo Dwijo Prawito, yang dikonfirmasi, Sabtu (1/1/2022).
“Petugas sudah kita terjunkan untuk melakukan koordinasi dengan semua pihak dalam penanganan bencana ini. Termasuk dalam upaya perbaikan rumah-rumah yang menjadi korban itu,” ujar Dwijo lagi.
Ia mengakui, sesuai prediksi BMKG Juanda, dalam kurun waktu belakangan, bencana angin puting beliung kerap terjadi di Sidoarjo. Sebelumnya, peristiwa serupa juga melanda kawasan Waru dan Sedati. BPBD pun terus mengimbau masyarakat untuk selalu waspada. Utamanya ketika hujan deras mengguyur bercampur angin. Karena sejak beberapa waktu lalu, sudah terprediksi adanya potensi bencana angin kencang di musim penghujan kali ini.
Enam Desa
Peristiwa bencana putting beliung yang terjadi, Selasa (28/12/2021) sore, yang melanda enam desa di Sidoarjo itu membawa dampak lebih parah karena memporak-porandakan sejumlah bangunan. Dari enam desa yang menjadi korban bencana itu, ada masjid di salah satu desa yang mengalami kerusakan cukup parah di Desa Tambakrejo, Desa Medaeng, dan Desa Pepelegi di Kecamatan Waru; Desa Wage di Kecamatan Taman; Desa Grinting diKecamatan Tulangan, dan Desa Sedati Gedhe di Kecamatan Sedati.
Menurut dia, sebagian besar kerusakan terjadi di bagian atap bangunan yang jebol terangkat ke udara,” ujar Dwijo sambil menambahkan, sesuai kesaksian penduduk setempat, atap teras salah satu masjid di desanya juga ambruk setelah terangkat angin kencang dan kemudian ambruk. Peristiwa itu terjadi bersamaan dengan turun hujan sangat deras. “Sesai data terbaru yang kita terima, untuk wilayah Desa Tambakrejo, ada 1 mushala rusak ringan, 7 rumah rusak ringan. Sedangkan di Medaeng ada 6 rumah rusak ringan,” aku Dwijo Prawito.
Sementara di Desa Pepelegi ada 1 masjid rusak ringan dan 5 rumah rusak ringan. Di Desa Grunting ada satu bangunan sekolah dan tiga rumah rusak ringan. Dan di Desa Sedati Gede ada 3 warung rusak ringan.
“Petugas di lapangan juga terus berkoordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan yang terdampak untuk pendataan kerusakan dalam peristiwa ini,” lanjutnya. (SPnews/Aries Sudiono)