regional

Pelajar di Srengat Blitar Bunuh Diri

Kamis, 23 Desember 2021 | 07:55 WIB

Blitar, suarapembaruan.news - Polisi masih mendalami sebab-sebab kasus siswi kelas 10 SMAN-1 Srengat, F (15) di Blitar mengakhiri hidupnya dengan cara menggantung diri di depan kelasnya. Ada informasi, remaja putri berpenampilan menarik itu memilih gantung diri karena motif asmara.

Menurut Kapolres Blitar Kota, AKBP Yudhi Hery Setiawan didampingi Kapolsek Srengat, AKP MS Yusuf, berdasar pada sejumlah bukti, termasuk rekaman video yang diambil F sendiri sebelum mengakhiri hidupnya. Korban ditemukan Senin (20/12/2021), tewas menggantung menggunakan dasi di papan nama ruang kelas MIPA 4 di lantai dua sekolah itu. Kita tiba di tempat kejadian perkara (TKP) pukul 12.00 WIB dan mendapati posisi korban tewas menggantung di papan nama ruang kelas yang berada di lantai dua.

Korban gantung diri menggunakan dasi panjang warna abu-abu di papan nama ruang kelas," katanya bersamaan dengan kegiatan sekolah yang menyelenggarakan Maulid Nabi. Giat Maulid Nabi hanya diikuti perwakilan 10 siswa muslim dari masing-masing kelas. F sendiri bergama Nasrani, yang seharusnya diijinkan tidak masuk.

Kapolsek mengacu pada keterangan saksi para guru menyebutkan, bahwa saat kejadian kondisi di lantai dua sepi yang menjadi tkp, sepi. Dari hasil visum luar, korban dinyatakan murni tewas bunuh diri. Tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Karenanya, untuk mengungkap latar belakang tindakannya, polisi masih terus melakukan penyelidikan, katanya.

Polres Blitar Kota juga membacj up upaya penyingkapan kasus itu karena masig menjadi misteri. Mengapa gadis cantik itu mengakhiri hidup di depan ruang kelas sekolahnya sendiri. Sesuai keterangan rekan-rekan korban, sangat mungkin ia nekat mengakhiri hidup di sekolah karena masalah asmara, ujar Kapolres Blitar Kota, AKBP Yudhi Hery Setiawan, Selasa (21/12/2021).

Kita masih melakukan penyelidikan awal kasus itu dengan memeriksa dari bukti-bukti yang ada mulai rekaman CCTV dan saksi. Bukti-bukti yang ada kami kumpulkan lalu kami lakukan gelar perkara. Tapi, dugaan awal terkait asmara, ujarnya. Dari hasil pengusutan perkara korban dikenal baik dan tidak neko-neko. Kita juga menunggu hasil otopsi korban yang baru dilakukan, Selasa (21/10). Dari hasil penyelidikan sementara, kata Yudhi, korban tidak ada masalah dengan keluarga di rumah. Korban di rumah baik-baik saja. Pihak keluarga minta kasusnya ditindaklanjuti karena mereka juga merasa aneh dengan tindakan nekad F. “Menurut dugaan sementara dari hasil pemeriksaan sementara, korban murni bunuh diri. Dari hasil penyelidikan sementara murni gantung diri. Ada rekaman video (di ponsel korban) sebelum melakukan itu," katanya sambil mempertanyakan pendorong F gantung diri di sekolah.

Dari hasil pemeriksaan HP korban ditemukan rekaman sebelum yang bersangkutan gantung diri. Kita sudah mengecek beberapa barang bukti baik rekaman CCTV di sekolah dan ponsel milik korban. Hasil dari penyelidikan, kami perlihatkan beberapa barang bukti baik CCTV dan ponsel korban. Ada pernyataan (video) dari korban di ponselnya, namun Yudhi tidak menjelaskan secara detail pernyataan korban yang disampaikan lewat rekaman video di ponselnya.

Yudhi hanya menyebutkan pernyataan dalam rekaman video dari korban itu ditujukan kepada orang tua dan seseorang teman dekat korban. "(Pesan video korban) ditujukan buat orang tua dan seseorang teman dekatnya (pacar)," ujar Yudhi. Dikatakannya, polisi juga sudah memeriksa sejumlah saksi dan melakukan otopsi terhadap korban dalam proses penyelidikan kasus tersebut. "Hasilnya (otopsi) masih menunggu, apakah ada penyebab kematian lain dan sebagainya dari korban. Hasil sementara murni gantung diri," katanya sambil menambahkan, upaya menyingkap latar belakang kasus itu terus dilakukan.  (SPnews/Aries Sudiono)

Terkini

Kajati Resmikan Kantor Kajari Bengkulu Tengah

Kamis, 23 Januari 2025 | 17:20 WIB