regional

Srikandi BPBD Jatim Siapkan Dapur untuk Balita

Minggu, 12 Desember 2021 | 14:09 WIB
Balita dan anak di pengungsian Semeru, diberi asupan nutrisi dan gizi yang cukup. (DOK)

Lumajang, suarapembaruan.news - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indarparawangsa yang berkantor sementara di Lumajang menyatakan, Pemprov Jatim membuka layanan dapur anak dan balita bagi pengungsi erupsi Gunung Semeru.
Dupur khusus ini sengaja disiapkan agar anak-anak dan balita tetap mendapatkan penanganan maksimal selama di pengungsian. Layanan yang bertujuan memberi pemerataan gizi anak dan balita bagi para pengungsi ini dibuka di lokasi pengungsian di SMPN 1 Candipuro, Lumajang.

Di lokasi terebut, kegiatan dapur balita menyasar 64 anak pengungsi yang terdiri dari 25 laki-laki, 39 perempuan.
Khofifah Indar Parawansa lebih lanjut mengulangi komitmennya untuk memberikan perhatian khusus kepada pengungsi anak-anak. Sebab menurutnya, langkah evakuasi dan pencarian korban harus berjalan seiring dengan penanganan pengungsi, termasuk memperhatikan kondisi kesehatan, dan gizi anak dan balita.

"Dapur anak dan balita yang kita siapkan ini untuk memastikan kondisi gizi anak-anak pengungsi tetap terjaga," ujarnya sambil menambahkan, kesahatan anak-anak lebih rentan karena berada di tempat pengungsian.

Karenanya, menu makanan tambahan gizi yang disajikan, berupa, Sosis panggang, sop buah, telur gulung, bubur bayi, biscuit dan susu, serta buah-buahan.

Sementara itu, guna memantau kondisi tersebut, BPBD Jatim terus melakukan penyapaan kepada para pengungsi, baik dari kalangan dewasa, lansia maupun anak-anak yang berada di beberapa pos pengungsian.

"Alhamdulillah, di sini lebih longgar. Kamar mandinya juga lebih banyak," ujar Sri Wahyuni (31), pengungsi dengan dua anak saat ditanya soal perpindahan lokasi pengungsian dari Kantor Kecamatan Candipuro.

Khusus terkait aktivitas Dapur Umum Anak dan Balita, yang ditangani Tim Srikandi BPBD Jatim untuk melakukan penyiapan makanan tambahan gizi dan mendistribusikannya kepada anak-anak pengungsi. Rencananya, dapur balita ini, akan memberikan pelayanan di pos pengungsi secara bergilir dari satu tempat ke tempat yang lain.

"Kita akan gilir untuk setiap titik pos pengungsi per dua hari," ujar Kalaksa BPBD Jatim Drs Budi Santosa. Berdasar data Satgas Tanggap Darurat APG Gunung Semeru, sampai dengan Sabtu (11/12/2021), jumlah pengungsi terdampak erupsi Gunung Semeru sebanyak 6.573 jiwa.

Jumlah tersebut terbagi dalam 126 titik pengungsian yang terdiri dari 24 titik pengungsian terpusat dan 102 titik pengungsian menyebar atau mandiri. Jumlah titik pengungsian tersebut tersebar di 21 kecamatan, dengan titik terbanyak berada di Kec. Candipuro sejumlah 2.331 jiwa dan Kecamatan Pasirian sebanyak 1.307 jiwa.

Sedangkan jumlah pengungsi di Kecamatan Pronojiwo sebanyak 525 jiwa atau dibawah jumlah pengungsi di Kecamatan Tempeh yang sebanyak 640 jiwa.

Listrik Pulih
Sementara itu Komisaris PLN Eko Sulistyo didampingi Direktur Bisnis Regional Jawa Madura Bali Haryanto WS saat meninjau langsung lokasi jaringan dan pos relawan kelistrikan di lokasi terdampak Gunung Semeru meletus menyatakan, kondisi kelistrikan di lokasi-lokasi terdampak sudah hampir 100 persen pulih. Tercatat sejak Senin (6/12/2021) pukul 23.28 WIB, 112 gardu distribusi yang terdampak sudah berhasilkan dipulihkan.

Hingga Sabtu, (11/12/2021), total sebanyak 29.881 pelanggan terdampak erupsi sudah mendapatkan akses listrik kembali.
“Sementara 642 sisanya ini belum dapat dinyalakan karena zona belum aman serta kondisi rumah-rumah pelanggan di Desa Supit Urang dan Desa Curah Kobokan rusak parah.

Rumah warga tersebut juga telah ditinggal penghuni mengungsi. Jadi kita akan selanjutnya berkoordinasi dengan pemerintah setempat untuk mengambil langkah selanjutnya,” kata Haryanto saat meninjau lokasi-lokasi terdampak.
Rombongan Komisaris PLN itu juga meninjau langsung Solidarity Food Truck (SFT) YBM di Balai Desa Candipuro yang telah menyuplai kebutuhan makanan 300 jiwa pengungsi dan sejumlah relawan setiap harinya.

Sejak hadir pada 6 Desember lalu, SFT YBM telah memberikan manfaat kepada 4.500 jiwa dengan bantuan berupa dapur umum, perlengkapan tenda, pakaian hangat, kebutuhan anak-anak, obat-obatan dan masker, pos hangat, evakuasi korban, dan psikososial. Dikatakan Haryanto bahwa pihak PLN akan menunggu keputusan pemerintah terkait rumah-rumah pelanggan yang berada di zona merah karena kondisinya belum aman, "Kami siap dan kooperatif membuat jaringan kelistrikan di tempat baru apabila pemerintah akan merelokasi rumah-rumah yang berada di zona belum aman, atau alternatif lainnya," ungkap Haryanto.

Komisaris PLN, Eko Sulistyo mengapresiasi penuh upaya dan gerak cepat personil PLN dalam memulihkan jaringan listrik di lokasi terdampak erupsi Gunung Semeru.

Dalam kunjungannya tersebut, ia tak henti memberikan semangat kepada personel PLN dan relawan yang telah berjuang selama berhari-hari tanpa henti. (SPnews/Aries Sudiono

Terkini

Kajati Resmikan Kantor Kajari Bengkulu Tengah

Kamis, 23 Januari 2025 | 17:20 WIB