Lumajang, suarapembaruan.news – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa memastikan, dapur umum bagi pengungsi Awan Panas Guguran (APG) Gunung Semeru di Kecamatan Pronojiwo dan Candipuro, Lumajang, aman tercukupi dan tercukupi.
“Jika ada pengungsi yang belum tercukupi baik logistik, air bersih dan sebagainya dapat dilaporkan ke posko lapangan,” kata Khofifah, saat mengunjungi Candipuro, Senin (6/12/2021).
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim mendirikan dua titik posko baik kesehatan maupun dapur umum di dua kecamatan yaitu Kecamatan Pronojiwo dan Candipuro, sejak hari pertama terjadi guguran aman panas tersebut.
Masing-masing dapur umum setiap harinya, pada pagi, siang dan malam, menyiapkan 2.500 paket makanan.
Mengenai terjadinya kerusakan fisik fasilitas umum dan rumah warga akibat terjangan guguran awan panas, Kmantan menteri sosial ini mengatakan, Pemprov Jatim bersama Pemkab Lumajang dan BNPB tengah melakukan pendataan dan kategorisasi.
Data ini menjadi acuan dalam menentukan langkah rekonstruksi, termasuk besaran bantuan yang diperoleh korban erupsi Gunung Semeru.
Ia sengaja berkantor di Kabupaten Lumajang, guna memastikan konsolidasi penanganan dan koordinasi pencarian, penyelamatan, evakuasi dan penanganan pengungsi berjalan efektif dan tidak ada yang terlewat. Pun, seluruh kebutuhan dasar warga meliputi makanan, minuman, pakaian, dan obat-obatan tercukupi.
Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga melakukan pemantauan situasi Kabupaten Lumajang yang terdampak awan panas guguran Gunung Semeru, menggunakan helikopter bersama Bupati Lumajang Thoriqul Haq.
Gubernur dan bupati, juga melihat langsung kondisi putusnya jembatan Gladak Perak yang menghubungkan Pronojiwo dan Candipuro akibat awan panas Semeru.
Berdasarkan hasil rapat bersama BNPB dan Pemkab Lumajang, maka diputuskan bahwa Posko Utama bertempat di Pendopo Kabupaten Lumajang. Sedangkan kecamatan Pasirian sebagai posko lapangan.
Seluruh data informasi berupa gambar peta, data data bencana, foto foto lokasi kejadian dan lain lain ditempatkan dan ditampilkan di Kecamatan Pasirian sebagai Posko Lapangan.
Posko ini dikomandani Komandan Satuan Tugas Penangananan Bencana Erupsi Semeru, Danrem 083 Baladika Jaya.
Gubernur perempuan pertama di Jatim ini, kembali minta warga untuk tidak beraktivitas dan menjauhi aliran sungai sepanjang daerah Mujur dan Curah Kobokan, sebagai antisipasi terjadinya guguran awan panas susulan. (SPnews/Teguh LR)