regional

Khofifah Harap Kerjasama Perdagangan dan Pendidikan Dengan Tunisia Meningkat

Selasa, 30 November 2021 | 02:41 WIB
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, ketika menerima kunjungan Duta Besar RI untuk Tunisia, Mr Zuhairi Misrawi di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (29/11/2021) malam. (Ist)

Surabaya, suarapembaruan.news - Neraca perdagangan Jawa Timur dengan Tunisia, sejak Tahun 2017-2021 neraca perdagangan menunjukkan defisit bagi Jatim. Pada periode Januari-Agustus 2021 minus US $ 3,32 juta.


Ada pun rinciannya, nilai ekspor ke Tunisia sebesar US $ 1,66 juta , sedangkan nilai impornya tercatat US $ 4,97 juta.

"Neraca perdagangan kita dengan Tunisia masih defisit Pak Dubes. Ada banyak hal yang bisa dilakukan kerjasama Jatim-Tunisia," kata Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, ketika menerima kunjungan Duta Besar RI untuk Tunisia, Mr Zuhairi Misrawi di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (29/11/2021) malam.

Orang nomor satu di Jatim menjelaskan, ada beberapa komoditi ekspor non migas Jawa Timur ke Tunisia antara lain; bahan kimia organik, tembakau, ampas/sisa industri makanan, biji-bijian berminyak serta perabot/penerangan rumah.

Sedangkan untuk impor Jawa Timur dari Tunisia antara lain; buah-buahan, ikan dan udang, bahan kimia anorganik, serta mesin-mesin/pesawat mekanik.

Terkait investasi, Khofifah memyampaikan, sampai saat ini belum ada investasi yang masuk dari Tunisia ke perovinsi ini. Padahal potensi ekosistem ekonomi dan perdagangan terus dibangun di Jatim. Di tambah lagi, Jatim memiliki banyak fasilitas yang menunjang UMKM.

"Jatim ini punya Rumah Kurasi yang diinisiasi oleh Bank Indonesia. Ada juga Pondok Kurasi dari Dinas Perdagangan. Keduanya telah membantu UMKM kami untuk mencapai standarisasi produk yang dapat diterima oleh pasar nasional maupun internasional," ujarnya.

"Kami berharap Bapak Dubes dapat mempromosikan komoditas UMKM termasuk pertanian , perikanan dan investasi Jawa Timur kepada pebisnis asal Tunisia," harap Khofifah.

Melihat potensi tersebut, Khofifah berharap, Dubes Zuhairi Misrawi dapat memberikan dorongan dan mempromosikan beberapa komoditas Jawa Timur kepada publik Tunisia. Ini sekaligus meningkatkan perdagangan kedua belah pihak.

"Kami berharap Bapak Dubes dapat mempromosikan komoditas UMKM termasuk pertanian , perikanan dan investasi Jawa Timur kepada pebisnis asal Tunisia," kata Khofifah.

Sementara itu, Dubes RI untuk Tunisia Mr Zuhairi Misrawi, menyampaikan kekagumannya bahwa di Jatim, telah berkembang koperasi-koperasi pesantren yang mampu menghasilkan produk-produk yang telah diekspor ke banyak negara.

Ia antusias untuk dapat membantu mempromosikan Jawa Timur khususnya di Tunisia. (SPnews/Teguh LR)

Terkini

Kajati Resmikan Kantor Kajari Bengkulu Tengah

Kamis, 23 Januari 2025 | 17:20 WIB