Yogyakarta, suarapembaruan.new – Petugas pemantau arus wisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengaku kesulitan melakukan pemeriksaan terhadap masyarakat luar DIY yang hendak berwisata, terkait dengan kondisi jalur-jalur wisata tidak resmi.
Disampaikan Kepala Dinas Perhubungan DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, tidak jarang, wisatawan tanpa kartu vaksin bisa masuk dan terlanjur berwisata. Dikatakan Ni Made, petugas pemeriksaan kendaraan wisatawan saat ini tidak hanya diam di satu titik simpul, tetapi mobile atau berpindah-pindah, sehingga bisa dipastikan, masih banyak yang lolos tanpa vaksin.
“Jalur menuju destinasi wisata memang banyak dan tidak semuanya terpantau. Kami lakukan kombinasi dengan patroli juga, enggak bisa stay di titik simpul,” katanya, Sabtu (23/10/2021).
Bahkan menurutnya, banyak kendaraan wisatawan yang lolos masuk ke destinasi wisata tanpa pemeriksaan vaksin.
Karena itu, meski saat ini DIY sudah berada pada Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 2, namun pemeriksaan vaksin tetap harus dilakukan di tiap kabupaten dan kota atau di objek wisata.
“Sesuai dengan Surat Edaran (SE) yang diterbitkan Satgas Covid-19 Nasional terkait syarat melakukan perjalanan antar wilayah yang wajib vaksin, namun banyak yang mencari jalur alternatifuntuk menghindari pemeriksaan,” katanya.
Dalam sehari, rata-rata ada 30 bus pariwisata yang menjalani pemeriksaan dan tetap ada bus yang harus putar balik karena melanggar ketentuan syarat perjalanan.
"Pada prinsipnya kalau semua penumpang bus wisata atau kendaraan pribadi sudah vaksin, silahkan. Namun ke depannya, aturan di Kota Yogya akan lebih ketat, tidak sesuai aturan, maka tidak akan bisa parkir," jelasnya.
Peduli Lindungi
Kepala Dinas Pariwisata DIY, Singgih Raharjo mengatakan meski semua objek wisata telah dibuka dengan pembatasan 25 persen dari total kapasitas tetap diberlakukan, pengelola wisata wajib melakukan screening terhadap semua wisatawan yang masuk.
Meski tidak dipungkiri, masih ada objek wisata yang belum mengaplikasikan Peduli Lindungi, maka proses screening belum bisa optimal.
Dikatakan, Satgas Covid-19 di masing-masing daerah akan memverifikasi ulang untuk memastikan sarana dan prasarana protokol kesehatan di objek wisata tersedia, termasuk Peduli Lindungi.
Singgih juga berharap wisatawan yang akan berkunjung ke objek wisata di DIY memesan tiket melalui aplikasi Visiting Jogja, yang sudah terintegrasi dengan Peduli Lindungi. (FSE)