Makassar, suarapembaruan.news- Pelayanan masyarakat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Haji, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) terus ditingkatkan dengan memberikan pelatihan peningkatan kompetensi pelayanan yang melibatkan seluruh komponen di RSUD Haji.
RSUD Haji adalah milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel, mengemban amanah untuk memberikan layanan terbaik kepada masyarakat. Sebelum masa pandemi, pelayanan di rumah sakit ini sangat padat, selain karena lokasinya strategis di selatan Kota Makassar juga dikenal sebagai rumah sakit dengan pelayanan terbaik.
Pelaksana tugas Direktur Utama RSUD Haji, dr H Mappatoba, Jumat (22/10/2021) menjelaskan, komitmen untuk memperkuat pelayanan ke depan harus dibarengi dengan kemampuan sumber daya manusia yang handal, untuk itulah perlu dibekali dengan pelatihan.
"Pelatihan dilaksanakan untuk memperkuat unit-unit pelayanan yang ada di RSUD Haji. Sekarang memang masih era pandemi covid-19 dan kita harapkan bisa segera berakhir sehingga pelayanan akan kembali normal. Untuk itu langkah antisipasi perlu dilakukan sejak dini, menata semua aspek pelayanan, baik gawat darurat, rawat jalan, maupun rawat inap agar pelayanan lebih berkualitas ke depannya," jelas Mappatoba saat membuka Pelatihan Peningkatan Kompetensi Pelayanan untuk Mewujudkan Budaya Sipakatau yang berlangsung tiga hari, 22-24 Oktober di Hotel Almadera, Makassar.
Dia berharap melalui pelatihan ini, lahir rekomendasi yang mampu mewujudkan excellent service di RSUD Haji sehingga bisa dikenal masyarakat. Selain itu, para peserta yang terlibat mampu menjadi agen perubahan yang akan melaksanakan pelayanan yang berkualitas di internal RSUD Haji.
"Target kami bahwa pelayanan yang diberikan berstandarisasi dan semua yang bekerja melaksanakan pelayanan dengan standar yang ada sehingga target tercapai, masyarakat merasa nyaman, pasien merasa terlayani dengan baik dan kita bisa menurunkan kasus kematian serta kesakitan yang ada di masyarakat," terangnya.
Dengan adanya peningkatan kompetensi para peserta, diyakini akan memperkuat, mempercepat dan memperbaiki proses pelayanan, sehingga masyarakat pengguna jasa RSUD Haji atau pasien merasa nyaman dan kepercayaan masyarakat meningkat. "Konsekuensinya, tentu pendapatan rumah sakit akan bertambah, itulah yang harus dijalankan rumah sakit dengan konsep Badan Layanan Umum Daerah (BLUD)," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Bagian Perencanaan, Humas dan Pemasaran RSUD Haji, Badaruddin, menjelaskan kegiatan ini sengaja mengambil tema Pelatihan Peningkatan Kompetensi Pelayanan untuk Mewujudkan Budaya Sipakatau (saling menghargai).
Alasannya, karena mengacu pada tema HUT ke-352 Sulsel, yakni Bersatu SIPAKATAU, Dalam Era Baru Menuju Sulsel Lebih Baik, jelas mantan Kabag Humas Dinas Kominfo Sulsel itu. SIPAKATAU sebagai akronim dari Sinergitas, Inovatif, Profesional, Akuntabel, Integritas dan Tanggung jawab.
Badaruddin menambahkan, pelatihan tersebut diikuti 61 peserta melibatkan kepala ruangan, kepala instalasi, ketua komite, ketua tim ruangan serta petugas terdepan
"Karena masih dalam kondisi pandemi covid-19, pelatihan digelar dengan mengikuti protokol kesehatan (Prokes) secara ketat," ungkapnya.
Pemateri dalam kegiatan tersebut diantaranya Plt. Direktur RSUD Haji Makassar dr.H Mappatoba M,B,A, DTAS, Rini Rachmawaty, S.Kep., Ns., MN, PhD, ( Dosen Manajemen Keperawatan Unhas).
Dewan Pengawas (Dewas RSUD Haji) yakni Dr. Drs H. Tautoto Tana Ranggina, M.Si, dan Dr. Irwandy, M.Sc, Ph.D, M.Kes. Dan tambahan materi dari dr Abdul Djafar, M.Kes (SPI RSUD Haji) tentang publik speaking. (M Kiblat Said)