regional

Gubernur DIY Minta Kampus Tentukan SOP Perkuliahan Tatap Muka

Kamis, 7 Oktober 2021 | 12:15 WIB
Sri Sultan Hamengku Buwono X meminta kampus membuat SOP untuk perkuliahan tatap muka. (SPnews-Fuska Sani Evani)

Yogyakarta,suarapembaruan.news – Sebelum melaksanakan perkuliahan tatap muka (PTM), Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono  X meminta setiap perguruan tinggi membuat standar operasional prosedur (SOP) protokol kesehatan pencegahan penularan virus Covid-19 di lingkungan kampus.

Sultan juga meminta, lembaga-lembaga asosiasi perguruan tinggi, seperti Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi), Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI), menyamakan persepsi, seperti halnya SOP yang diterapkan pada dunia usaha.

“Bagamana mereka bergabung dalam asosiasi ngrembug SOP, bagamana dia bisa mengawal protokol kesehatan dan sebagainya itu di kampusnya masing-masing,” kata Sultan di Kompleks Kepatihan, Kamis (7/10/2021).

Dan jika masih terjadi penularan Covid-19, maka perkuliahan tatap muka harus segera dihentikan.

“Pemda DIY, tidak mungkin membuatkan SOP karena yang paling tahu kampus, ya masing-masing pengelola dan asosiasinya, “ kata Sultan.

Sementara itu, Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, telah menyiapkan kegiatan perkuliahan tatap muka  terkendali, setelah Ujian Tengah Semester (UTS) selesai, atau pada 18  Oktober.

Kepala Pusat Inovasi dan Kajian Akademik UGM Hatma Suryatmojo menjelaskan selama masa penyelenggaraan UTS, masing-masing fakultas menyiapkan PTM Terkendali.

"PTM Terkendali bukan PTM Terbatas karena kalau PTM Terbatas, hitungannya pada jumlah, tetapi untuk PTM Terkendali bukan hanya soal jumlah, tetapi juga soal infrastrukturnya," katanya.

Dijelaskan, PTM Terkendali merupakan implementasi dari Kegiatan Belajar Mengajar Bauran atau tatap muka luring dan tatap muka daring.

Setiap fakultas telah membentuk tim yang mendata dosen pelaksana PTM dan selalu melakukan update keperluan PTM Terkendali.

Menurutnya, salah satu syarat mengikuti PTM Terkendali adalah sudah mendapat vaksin dosis pertama. “Di setiap kelas, ada staf khusus yang bertugas memantau mobilitas mahasiswa keluar masuk. Pengaturan jadwal untuk kelas juga berbeda-beda dan tidak disamakan agar tidak menimbulkan kerumunan,” terangnya.

Setiap perkuliahan juga disiapkan fasilitas streaming sehingga mahasiswa yang tidak mengikuti luring tetap bisa mengikuti kuliah secara streaming.

Terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Kadarmanta Baskara Aji menyebut bahwa seluruh perguruan tinggi di DIY telah siap menggelar kuliah tatap muka.

Kadarmanta menyebut, cakupan vaksin pada kalangan tersebut telah mencapai 80 persen.

Meski demikian, Pemda DIY masih melakukan pendataan terhadap mahasiswa asal luar daerah yang belum berkesempatan menjalani vaksinasi di daerah asalnya, dan akan menyediakan layanan vaksin bagi mahasiswa luar DIY. (FSE)

 

 

 

Tags

Terkini

Kajati Resmikan Kantor Kajari Bengkulu Tengah

Kamis, 23 Januari 2025 | 17:20 WIB