regional

Turunkan Angka Stunting di Gowa dengan Skema Khusus

Selasa, 15 Juli 2025 | 14:18 WIB
Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin pada lokakarya komitmen untuk Gizi: Dari Bukti Menuju Dampak, di Ruang Rapat Pimpinan, Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Makassar, Selasa (15/7). (Ist)

Target 2025 Prevelensi Stunting 16,4 Persen

GOWA - SUARA PEMBARUAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa menunjukkan komitmen kuat dalam upaya percepatan penurunan stunting. Bahkan dalam upaya tersebut pihaknya telah menyiapkan skema khusus.

Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin yang juga Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Gowa mengatakan, pemerintah daerah telah menyusun alur perencanaan dan penganggaran yang fokus pada program gizi.

Kegiatan ini dihadiri antara lain, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel yang mewakili Wakil Gubernur Sulsel dan Direktur Jenewa Institute, Surahmansah Said, Kepala Bappeda Kabupaten Gowa, Sujjadan, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gowa, drg. Haris Usman dan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kabupaten Gowa, Sofyan Daud.

"Target kami di 2025 adalah mencapai prevalensi 16,4 persen, dan kami yakin bisa mencapainya," ujarnya, saat menghadiri Lokakarya Komitmen untuk Gizi: Dari Bukti Menuju Dampak, di Ruang Rapat Pimpinan, Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Makassar, Selasa (15/7).

Lokakarya ini menjadi forum penting untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam menciptakan program gizi yang terarah, terintegrasi, dan berkelanjutan.

Menurut Darmawangsyah, capaian positif Kabupaten Gowa dalam menurunkan angka stunting terlihat berdasarkan data Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Gowa. Dimana prevalensi stunting periode 2024 berhasil ditekan hingga 17 persen lebih rendah dari rata-rata provinsi Sulawesi Selatan.

"Ini menunjukkan tren penurunan yang baik. Kami optimis angka ini akan terus menurun, bahkan bisa lebih rendah dari target nasional," katanya.

Bahkan pada 2023, angka stunting di Gowa sudah turun drastis dari 33 persen (2022) menjadi 21,1 persen. Capaian ini, menurutnya, merupakan hasil dari perencanaan dan penganggaran yang berbasis data serta implementasi program yang konsisten.

Sementara, Kepala Kantor Perwakilan UNICEF Wilayah Sulawesi dan Maluku, Henky Widjaja memberikan apresiasi atas kinerja dan komitmen para Ketua TPPS di Sulawesi Selatan, termasuk Kabupaten Gowa.

Menurutnya, perhatian dan keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan adalah fondasi penting dalam penanganan masalah stunting di Indonesia.

"Saya sangat senang melihat antusiasme dan kerja nyata dari para Ketua Tim. Ini adalah bentuk komitmen bersama yang sangat dibutuhkan dalam mengatasi persoalan gizi anak," tutur Henky.

Henky mengingatkan bahwa tantangan gizi di Indonesia kini semakin kompleks. Selain stunting, masalah obesitas pada anak juga mulai menjadi ancaman di tengah pertumbuhan ekonomi yang pesat.

"Kita tidak boleh lengah. Baik kekurangan maupun kelebihan gizi berdampak langsung pada tumbuh kembang anak, yang kemudian akan memengaruhi produktivitas dan daya saing bangsa," jelasnya.

Halaman:

Terkini